ISSUE.CO.ID,PAMEKASAN,Selasa (13/10/2026) –Kodim 0826/Pamekasan bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Pamekasan mensukseskan Upacara Pembukaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 Tahun 2026 dengan tema “TMMD Satukan Langkah, Membangun Negeri Dari Desa” yang dipusatkan di Dusun Peninggian, Desa Jarin, Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan.
Upacara pembukaan berlangsung khidmat dan meriah. Acara diawali dengan prosesi penyambutan adat oleh Kepala Desa Jarin H. Mohammad Zuhri dan Pengasuh Lembaga Pendidikan Nurul Hasan KH. Said Busri Fadoli, yang mengalungkan sorban dan mengenakan songkok kepada Bupati Pamekasan KH. Kholilurrahman, bersama Kasiter Korem 084/BJ Kolonel Inf Andi Tirtawansyah diiringi tari tabur bunga dari SDN Pademawu Timur 2 dengan penanggung jawab Kepala Sekolah Moh. Sarifudin, dan pelatih Supriyanti Andyani, serta Yosella Rika Rofida,
“Sehelai sorban melambangkan ketulusan, sebuah songkok menjadi tanda penghormatan. Angka 13 sentimeter bukan sekadar ukuran, melainkan kenangan tentang hari ketika TNI dan rakyat menyatukan langkah membangun Desa Jarin.”
Tamu undangan yang hadir dalam pembukaan TMMD ke-130 di Dusun Peninggian Desa Jarin ini antara lain Bupati Pamekasan KH. Kholilurrahman, S.H.,M.Si., Kasiter Korem 084/BJ Kolonel Inf Andi Tirtawansyah,S.Ip., Dandim 0826/Pamekasan Letkol Kav Agus Wibowo Hendratmoko, S.H., M.Han., Kapolres Pamekasan, Kajari Pamekasan, Ketua DPRD Pamekasan, Sekda dan Kepala OPD se-Kabupaten Pamekasan, Forkopimcam Pademawu, Kepala Desa Jarin H. Mohammad Zuhri beserta perangkat desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, siswa-siswi SDN Pademawu Timur 2, mahasiswa KKN, Karang Taruna, Linmas, dan seluruh warga Dusun Peninggian Desa Jarin.
Dandim 0826/Pamekasan Letkol Kav Agus Wibowo Hendratmoko menjelaskan alasan pemilihan Desa Jarin karena belum pernah tersentuh program TMMD dan infrastrukturnya masih tertinggal.
“Yang pertama karena Desa Jarin ini memang belum pernah tersentuh program TMMD. Desa ini cukup kami lihat tertinggal sehingga memang butuh sentuhan TMMD. Jadi TMMD ini bukan cuma milik TNI, TMMD ini milik seluruh lapisan masyarakat,” jelas Dandim.
Dandim memaparkan sasaran fisik meliputi pembangunan jalan baru dan TPT sepanjang 450 meter, pengaspalan jalan di 3 titik total 1.500 meter, saluran air 3 titik total 400 meter, MCK 1 titik dan box culvert 1 titik. Sasaran tambahan sumur bor 2 titik di Dusun Kotalon (35 KK/145 jiwa) dan Dusun Koberu (25 KK/115 jiwa), serta Rutilahu 10 unit. Sasaran non-fisik 10 kegiatan penyuluhan dan penanaman 500 pohon trembesi.
“Antusiasme cukup tinggi, masyarakat sangat antusias untuk membantu. Kita bekerja, tiba-tiba mereka datang, ‘Ayo Pak, kita bantu’. Nanti personel Satgas juga akan tinggal di rumah warga selama sebulan, sehingga TNI lebih dekat dengan masyarakat. Masyarakat tidak perlu takut kepada TNI,” pungkas Dandim.
Sementara itu Bupati Pamekasan KH. Kholilurrahman menegaskan dukungan penuh Pemkab dari sisi pemikiran dan anggaran hibah sebesar Rp 2 miliar.
“Dukungan kami dari sisi pemikiran sudah bersama-sama berjalan. Alhamdulillah seperti tahun sebelumnya kita sediakan anggaran 2 miliar dari Pemerintah Kabupaten Pamekasan,” ungkap Bupati.
“Sangat terasa sekali, terbukti dengan pembangunan di wilayah Tlanakan tahun lalu masyarakat sangat terbantu. Karena mereka bekerja tanpa bayaran. Sehingga anggaran yang hanya sekian akan menghasilkan nanti jauh lebih besar daripada anggarannya. Enggak ada yang bayaran, enggak ada. Membuktikan darma bakti kita kepada bangsa dan negara,” tegas Bupati.
“Nanti di malam terakhir saya ingin ada semacam sayonara gitu ya. Saya ingin semuanya berkumpul dan kalau saya pas kosong, saya pasti hadir. Saya ingin lebih dekat dengan masyarakat,” tutup Bupati.
Rencananya TMMD ke-130 di Dusun Peninggian Desa Jarin ini dibuka pada 13 Oktober 2026 dan akan ditutup pada 11 November 2026 dengan menerjunkan 150 personel gabungan. Saat ini progres Pra-TMMD pembangunan TPT sudah mencapai 27%.













