Perjuangan Ahmad Basarah Mengawal Gagasan Hari Santri Diceritakan dalam Ngaji Nasionalisme di UNIBO

- Wartawan

Kamis, 22 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Issue, Bondowoso – Perjuangan mengawal gagasan lahirnya Hari Santri Nasional menjadi salah satu bahasan dalam kegiatan Ngaji Nasionalisme yang digelar Himpunan Mahasiswa (HIMA) Fakultas Hukum Universitas Bondowoso (UNIBO), Kamis (22/10/2026).

Dalam diskusi publik yang berlangsung di halaman Kampus UNIBO tersebut, Wakil Ketua DPRD Bondowoso sekaligus Ketua DPC PDI Perjuangan Bondowoso, Sinung Sudrajad, S.Sos., M.M., memutarkan rekaman keterangan Prasetyo Marhen, pengurus DPC PDI Perjuangan Kota Batu. Rekaman itu menceritakan rangkaian peristiwa yang dikaitkan dengan perjuangan Ahmad Basarah dalam mendorong penetapan Hari Santri.

Dalam rekaman tersebut, Prasetyo mengisahkan bahwa cerita bermula ketika Ahmad Basarah berpindah daerah pemilihan dari Banyuwangi ke Malang Raya. Dalam rangkaian kegiatan kampanye, Basarah bertemu dengan pemilik Pondok Babussalam, yang disebut sebagai alumni GMNI dari UIN sekaligus senior sejumlah tokoh.

Pertemuan itu menjadi ruang diskusi mengenai gagasan Hari Santri. Pemilik Pondok Babussalam diceritakan telah berupaya menyampaikan gagasan tersebut kepada sejumlah tokoh, termasuk Anas Urbaningrum dan tokoh Golkar. Dalam konteks itu, Basarah disebut menyampaikan harapan agar perjuangan merealisasikan gagasan Hari Santri dapat dilakukan bersama-sama.

Kisah tersebut berlanjut menjelang Pemilihan Presiden 2014. Saat Joko Widodo direncanakan mengunjungi makam Bung Karno, Basarah mengingat kembali diskusi dengan pemilik Pondok Babussalam. Bung Hudin dan Bung Rohman kemudian diajak mengupayakan agar Jokowi juga berkunjung ke pondok tersebut.

Menurut cerita dalam rekaman, pertemuan itu menjadi bagian dari proses munculnya kesepakatan politik mengenai penetapan Hari Santri. Jokowi disebut menyatakan kesediaannya untuk menetapkan Hari Santri apabila terpilih sebagai Presiden Republik Indonesia.

Pada awalnya, tanggal 1 Muharam sempat diusulkan sebagai Hari Santri. Namun, setelah Jokowi terpilih sebagai presiden, pemerintah melakukan pembahasan bersama Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan berbagai kalangan umat Islam. Dari proses tersebut, akhirnya ditetapkan 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional.

Tanggal 22 Oktober dipilih karena memiliki kaitan historis dengan Resolusi Jihad yang dicetuskan Hadratussyekh KH. Hasyim Asy’ari pada 22 Oktober 1945. Resolusi tersebut menjadi salah satu momentum penting dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia, menjelang pertempuran 10 November 1945 di Surabaya.

Rekaman yang diputar Sinung juga mengaitkan perjuangan penetapan Hari Santri dengan peran Ahmad Basarah dalam mendorong penetapan 1 Juni sebagai Hari Lahir Pancasila. Kisah tersebut menempatkan perjuangan Hari Santri dalam konteks lebih luas, yakni upaya mengangkat momentum sejarah ke dalam pengakuan resmi negara.

Usai pemutaran rekaman, Sinung menyampaikan pesan tentang pentingnya mempelajari sejarah dan memahami perjuangan tokoh-tokoh bangsa. Ia mengingatkan mahasiswa agar tidak meninggalkan sejarah karena pengalaman masa lalu dapat menjadi pelajaran untuk menghadapi tantangan masa kini.

“Jangan sekali kali meninggalkan sejarah, jika kau meninggalkan sejarah, maka kau akan digilas sejarah itu sendiri, karena sejarah itu akan terus berulang,” ujar Sinung.

Sinung juga menekankan bahwa anggota DPRD merupakan wakil rakyat yang bertugas menjalankan mandat masyarakat. Ia menyebut jabatan tersebut sebagai bentuk pengabdian yang harus dijalankan dengan tanggung jawab, bukan sebagai alasan untuk bersikap tinggi hati.

“Saya ini anggota dewan, yang mana dewan perwakilan rakyat ini buruhnya rakyat, yang diperintah oleh rakyat melakukan kerja² sebagai dewan perwakilan rakyat,” tuturnya.

Kegiatan Ngaji Nasionalisme menghadirkan Sinung Sudrajad dan Achmad Abrari, S.H., M.H., dosen Fakultas Hukum UNIBO, sebagai pemateri. Diskusi dimoderatori Moh. Haris T. Rahman, S.H., M.H., yang menjabat Ketua LPPM sekaligus Ketua Program Studi Hukum UNIBO.

Sebelum diskusi publik dimulai, acara diawali dengan panggung Mimbar Bebas yang menghadirkan para pegiat seni muda Bondowoso. Mereka membacakan puisi-puisi bertema kesantrian dan nasionalisme sebagai bagian dari refleksi dalam memperingati Hari Santri Nasional 2026.

Para penampil berasal dari berbagai lingkungan mahasiswa dan komunitas seni, yakni Zulfa Nurita Sari, Nur Hasanah, Arik Irawan, S.H., Rifky Gimnastiar, S.Pd., Riska, Sofyand Febriyanto, S.Sos., Hendri, S.Psi., Moh. Haris T. Rahman, S.H., M.H., Wildan Choirony R.Y., S.Kom., serta Ahmad Nur Muzayyin, S.H.

Kegiatan tersebut diikuti mahasiswa Universitas Bondowoso, Universitas At-Taqwa Bondowoso, INAISTA, IAI Darul Falah, UNEJ Kampus Bondowoso, serta masyarakat umum.

Melalui pemutaran rekaman, diskusi publik, dan panggung puisi, Ngaji Nasionalisme menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menelusuri kisah perjuangan lahirnya Hari Santri sekaligus merefleksikan hubungan antara sejarah, politik, nasionalisme, dan peran generasi muda dalam merawat ingatan kolektif bangsa.

Berita Terkait

TNI dan Warga Gotong Royong Bangun Drainase di Dusun Kotalon
Perkuat Pembinaan Keagamaan, Lapas Bondowoso Resmi Jalin PKS dengan Ponpes Walisongo Situbondo
Sambut Hari Santri 2026, BRI Bondowoso Dorong Digitalisasi Keuangan Pesantren
Rumah Tonas Capai 50 Persen, Istri dan Anak Perempuan Ikut Bergotong Royong
TMMD Kodim Pamekasan Hadirkan Sosialisasi BPJS Kesehatan di Desa Jarin, Warga Soroti Layanan Penyakit Kronis
Lindungi Aset Perusahaan, KAI Daop 8 Surabaya Tertibkan Bangunan di Pamekasan*
Pererat Sinergi, Satgas TMMD Silaturahmi dengan Kades Jarin*
Tembus Terik Matahari, Satgas TMMD dan Warga Kebut Aspal 450 Meter di Morsoksok

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 05:47 WIB

TNI dan Warga Gotong Royong Bangun Drainase di Dusun Kotalon

Kamis, 22 Oktober 2026 - 23:53 WIB

Perjuangan Ahmad Basarah Mengawal Gagasan Hari Santri Diceritakan dalam Ngaji Nasionalisme di UNIBO

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:12 WIB

Perkuat Pembinaan Keagamaan, Lapas Bondowoso Resmi Jalin PKS dengan Ponpes Walisongo Situbondo

Kamis, 22 Oktober 2026 - 14:11 WIB

Sambut Hari Santri 2026, BRI Bondowoso Dorong Digitalisasi Keuangan Pesantren

Kamis, 22 Oktober 2026 - 02:35 WIB

Rumah Tonas Capai 50 Persen, Istri dan Anak Perempuan Ikut Bergotong Royong

Berita Terbaru