Issue, Bondowoso — PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melalui BRI Bondowoso mendorong pemanfaatan layanan perbankan digital di lingkungan pesantren menjelang peringatan Hari Santri Nasional 2026. Upaya tersebut diwujudkan melalui dukungan layanan perbankan bagi Pondok Pesantren Mambaul Falah di Desa Wonosuko, Kecamatan Tamanan, Kabupaten Bondowoso.
Pondok Pesantren Mambaul Falah tercatat menjadi nasabah BRI sejak 2022. Dalam menunjang kegiatan operasionalnya, lembaga pendidikan tersebut memanfaatkan sejumlah layanan elektronik BRI untuk mendukung transaksi dan pengelolaan keuangan pesantren.
Layanan yang digunakan meliputi BRIZZI Santri, EDC Merchant Koperasi, BRImo, dan Qlola Basic. Masing-masing layanan memiliki fungsi berbeda sesuai kebutuhan transaksi dan aktivitas keuangan lembaga.
BRIZZI Santri dapat digunakan sebagai sarana pembayaran elektronik sesuai penerapan di lingkungan pesantren. Sementara itu, EDC Merchant Koperasi mendukung penerimaan pembayaran melalui kanal elektronik di koperasi pesantren.
Adapun BRImo menyediakan akses transaksi perbankan digital, sedangkan Qlola Basic mendukung kebutuhan pengelolaan transaksi keuangan lembaga. Pemanfaatan layanan tersebut menjadi salah satu bentuk penerapan teknologi keuangan untuk menunjang aktivitas pesantren.
Selain layanan transaksi digital, BRI juga memberikan dukungan pembiayaan melalui fasilitas kredit kepada pengasuh pondok pesantren. Fasilitas tersebut merupakan bagian dari layanan perbankan bagi nasabah dengan tetap mengikuti ketentuan serta peruntukan kredit yang berlaku.
Branch Office Head BRI Bondowoso, Agus Tri Wiyono, mengatakan momentum Hari Santri Nasional dapat menjadi kesempatan untuk memperkuat sinergi antara sektor perbankan dan lembaga pendidikan pesantren.
“Pesantren memiliki peran penting dalam membentuk generasi yang berilmu, berkarakter, dan berkontribusi bagi masyarakat. Melalui dukungan layanan perbankan digital dan pembiayaan yang sesuai kebutuhan, BRI Bondowoso berupaya menjadi mitra bagi nasabah dalam menunjang aktivitas pendidikan dan operasional pesantren. Kami berharap pemanfaatan layanan ini dapat memberikan kemudahan transaksi serta mendukung pengelolaan keuangan yang semakin praktis,” ujar Agus Tri Wiyono.
Menurut Agus, dukungan layanan perbankan tersebut diarahkan untuk membantu memenuhi kebutuhan transaksi dan operasional nasabah. Pemanfaatan layanan digital diharapkan memberikan alternatif yang lebih praktis dalam menjalankan aktivitas keuangan sehari-hari.
Peringatan Hari Santri Nasional 2026 juga menjadi momentum untuk memperkuat kontribusi santri dalam pembangunan bangsa. Peran tersebut tidak hanya berkaitan dengan pendidikan dan pembentukan karakter, tetapi juga penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi, serta penguatan kemandirian ekonomi.
Dalam konteks itu, digitalisasi layanan keuangan dapat menjadi salah satu unsur pendukung pengelolaan aktivitas pesantren. Pemanfaatannya tetap perlu disesuaikan dengan kebutuhan lembaga, kesiapan pengguna, serta tata kelola keuangan yang diterapkan.
BRI Bondowoso menyatakan akan terus berupaya menghadirkan layanan keuangan yang relevan bagi berbagai segmen nasabah, termasuk lembaga pendidikan pesantren. Sinergi antara perbankan dan pesantren diharapkan dapat mendukung keberlangsungan kegiatan pendidikan sekaligus memperluas pemanfaatan layanan keuangan digital di masyarakat.













