Issue, Bondowoso – Konferensi Cabang (Konfercab) III Dewan Pimpinan Cabang Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPC PA GMNI) Kabupaten Bondowoso berlangsung di Aula Pemuda Muhammadiyah Bondowoso, Minggu (25/10/2026). Mengusung tema “Merawat Tradisi dan Spirit Trisakti Bung Karno: Revitalisasi Api Perjuangan PA GMNI Bondowoso”, forum tersebut menetapkan Misbahul Munir sebagai ketua terpilih periode 2026–2031 melalui mekanisme voting.
Pemilihan berlangsung dengan empat kandidat yang bersaing memperebutkan kepemimpinan organisasi. Berdasarkan hasil penghitungan suara, Misbahul Munir memperoleh 16 suara, disusul Dedi Faisal dan Asep Indra Pramayudha yang masing-masing memperoleh tujuh suara. Sementara itu, Puji Muhammad Ridwan memperoleh satu suara. Total suara yang tercatat sebanyak 31 suara.
Hasil tersebut mengantarkan Misbahul Munir menjadi Ketua DPC PA GMNI Kabupaten Bondowoso periode 2026–2031. Pergantian kepemimpinan ini menjadi bagian dari proses keberlanjutan organisasi alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia di Bondowoso.
Jalannya persidangan dipimpin oleh Nani Agustina, S.Sos., bersama Moh. Andri Yulianto dan Sudaedi. Selain menentukan ketua baru, Konfercab III menjadi ruang evaluasi dan pembahasan arah gerak organisasi dalam menghadapi perkembangan zaman.
Ketua demisioner DPC PA GMNI Bondowoso periode 2022–2026, Sinung Sudrajad, S.Sos., M.M., menyampaikan pesan mengenai pentingnya menjaga soliditas dan kesetiaan terhadap sumber perjuangan. Menurutnya, kekuatan organisasi tidak semata-mata ditentukan oleh jumlah anggota, melainkan juga oleh kepercayaan diri dan konsistensi dalam menjalankan nilai-nilai yang menjadi landasan gerakan.
“Sedikit Tapi Solid, Percaya Diri terhadap organisasi, setia terhadap sumber,” demikian pesan Sinung dalam forum tersebut.
Ia menegaskan bahwa keterbatasan jumlah anggota bukan alasan untuk kehilangan semangat dalam berorganisasi. Soliditas dan kesamaan arah perjuangan menjadi modal penting untuk menjaga keberadaan organisasi sekaligus memperkuat kontribusinya bagi masyarakat.
Sinung juga menyoroti pentingnya regenerasi sebagai bagian dari tanggung jawab kepemimpinan. Menurutnya, seorang pemimpin tidak hanya dituntut menjalankan amanah selama masa jabatannya, tetapi juga harus memikirkan keberlanjutan organisasi melalui penyiapan generasi penerus.
“Pemimpin yang baik tidak hanya berupaya menjalankan amanahnya dengan baik, tetapi juga wajib berpikir siapa ‘next generation’ nya,” ujar Sinung.
Ia kemudian mengaitkan keberlangsungan organisasi dengan regenerasi kepemimpinan. “Bung Karno menyampaikan bahwa; ‘Tidak ada organisasi yang abadi di dunia ini ketika tidak ada regenerasi’,” lanjutnya.
Kepada ketua terpilih, Sinung menyampaikan ucapan selamat sekaligus pesan agar kepemimpinan baru mampu menjaga dan merawat organisasi. “Ingat, Membentuk itu mudah, merawat itu yang sulit. Kami ucapkan selamat kepada ketua yang baru,” ujarnya.
Dalam pembahasan matriks pokok agenda, Konfercab III turut menyoroti sejumlah bidang pengembangan organisasi, mulai dari penyebaran struktur, digitalisasi database, sinergi cadre mentoring, kemandirian finansial, pengembangan ekonomi dan kopi lokal, hingga pariwisata dan Ijen Geopark. Pendidikan, literasi, sikap politik, serta demokrasi juga masuk dalam agenda pembahasan.
Dalam penjabaran matriks tersebut, Nani Agustina menekankan pentingnya transformasi PA GMNI Bondowoso agar mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman. Organisasi alumni diharapkan tidak sekadar menjadi wadah nostalgia mantan aktivis, tetapi berkembang menjadi organisasi modern yang mengandalkan pengelolaan data dan program kerja terarah.
Sebagai organisasi yang berlandaskan pemikiran nasionalis-Marhaenis, PA GMNI Bondowoso juga didorong untuk memberikan perhatian terhadap persoalan pembangunan daerah. Sektor pertanian, khususnya kopi, pariwisata berbasis Ijen Geopark, tata kelola pemerintahan, serta penguatan literasi pendidikan di wilayah pelosok menjadi sejumlah bidang yang membutuhkan sumbangsih pemikiran progresif dan keberpihakan kepada masyarakat kecil atau wong Marhaen.
Melalui Konfercab III, PA GMNI Bondowoso dihadapkan pada agenda untuk memperkuat konsolidasi internal sekaligus memperluas kontribusi bagi masyarakat. Terpilihnya Misbahul Munir diharapkan menjadi momentum untuk menjaga kesinambungan perjuangan, memperkuat regenerasi, dan menerjemahkan gagasan organisasi ke dalam kerja nyata bagi pembangunan daerah.












