Issue, Bondowoso — Upaya pemenuhan gizi melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG) diwujudkan melalui pelayanan penyediaan makanan di tingkat daerah. Di Kecamatan Pujer, Kabupaten Bondowoso, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pujer Mangli menyiapkan sebanyak 2.633 porsi makanan pada Kamis (29/10/2026).
Pelaksanaan tersebut menjadi bagian dari program strategis nasional pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Melalui MBG, pemerintah mendorong pemenuhan kebutuhan gizi penerima manfaat sebagai salah satu perhatian dalam pembangunan sumber daya manusia.
Di tingkat pelaksana, SPPG memegang peran penting dalam menerjemahkan program tersebut menjadi pelayanan konkret. Makanan yang disiapkan tidak hanya menjadi bagian dari distribusi harian, tetapi juga harus memperhatikan menu dan kualitas sajian bagi penerima manfaat.
Kepala SPPG Pujer Mangli, Dila Maufilda, mengatakan pihaknya berupaya menjalankan pelayanan MBG melalui penyediaan menu yang beragam. Harapannya, program tersebut dapat memberikan manfaat bagi penerima, khususnya dalam mendukung pemenuhan kebutuhan gizi.
“Program Makan Bergizi Gratis merupakan langkah nyata pemerintah dalam memperhatikan pemenuhan gizi anak-anak. Kami di SPPG Pujer Mangli berupaya memberikan pelayanan terbaik melalui penyediaan menu yang beragam, sehingga program ini dapat memberikan manfaat bagi penerima,” ujar Dila Maufilda.
Pada pelaksanaan kali ini, menu untuk siswa terdiri atas nasi putih, lele filet, tahu, sup, dan pisang. Komposisi tersebut memadukan makanan pokok dengan lauk sumber protein, sayuran, serta buah dalam satu paket sajian.
Adapun menu untuk kelompok 3B terdiri atas nasi putih, lele filet, perkedel tahu, sup, dan pisang. Perbedaan pada olahan lauk menjadi bagian dari variasi menu yang disiapkan SPPG Pujer Mangli dalam pelaksanaan program tersebut.
Informasi kandungan gizi yang tercantum pada menu menunjukkan bahwa porsi kecil memiliki energi sebesar 588 kilokalori, protein 21 gram, lemak 23 gram, karbohidrat 77 gram, dan serat 4 gram.
Sementara itu, porsi besar tercatat memiliki energi sebesar 735 kilokalori, protein 25 gram, lemak 24 gram, karbohidrat 108 gram, dan serat 4 gram. Angka tersebut merupakan informasi kandungan gizi yang dicantumkan pada sajian MBG.
Bagi pelaksana program, penyediaan makanan menjadi salah satu bagian penting dalam memastikan kegiatan berjalan sesuai tujuan. Karena itu, variasi menu dan kualitas pelayanan perlu mendapat perhatian seiring dengan pelaksanaan distribusi kepada penerima manfaat.
Dila menyampaikan harapannya agar program MBG dapat membantu meningkatkan perhatian terhadap kebutuhan gizi anak-anak. Pihaknya juga berupaya menjaga kualitas makanan yang disiapkan agar pelayanan dapat berjalan dengan baik.
“Kami berharap melalui program ini, kebutuhan gizi anak-anak dapat lebih diperhatikan. Kami juga terus berupaya menjaga kualitas makanan yang disiapkan agar pelaksanaan program dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya.
Pelaksanaan MBG di daerah menjadi salah satu bagian penting dari upaya pemerintah menjalankan program tersebut. Melalui SPPG, penyediaan makanan dilakukan secara konkret agar program dapat menjangkau penerima manfaat sesuai sasaran dan mekanisme pelaksanaannya.
Dengan menyiapkan 2.633 porsi pada Kamis tersebut, SPPG Bondowoso Pujer Mangli turut mengambil bagian dalam pelaksanaan MBG di Kabupaten Bondowoso. Tantangan berikutnya adalah menjaga kualitas pelayanan secara konsisten agar tujuan pemenuhan gizi yang menjadi dasar program dapat diwujudkan secara berkelanjutan.















