ISSUE.CO.ID, KARYA TULIS – Banyak orang yang mengatakan, “Masa lalu sangat mempengaruhi siapa kita hari ini. ” Teori ini terdengar masuk akal, misal kita menjadi pendiam karena dulu sering dibully atau kita menjadi pemarah karena dulu di didik terlalu keras.
Namun, buku Berani tidak disukai karya Ichiro Kishimi, mematahkan Teori ini. Penulis mengambil dari sudut pandang Alfred addler yang menyatakan, “Masa lalu tidak menentukan siapa kita hari ini.” Kita bukan hasil dari masa lalu.
Seseorang yang pernah gagal di masa lalu bukan berarti akan selalu gagal. Jika hari ini dia berkata, “Saya gagal karena masa lalu saya buruk,” Itu adalah alasan, bukan kebenaran. Misalnya, seseorang memilih menjadi pendiam untuk menghindari luka baru, bukan semata-mata karena masa lalu.
Hal seperti ini disebut dengan Victim Mentality. Saat kita memposisikan diri sebagai korban dari masa lalu, kita sedang menyerahkan kendali hidup kita pada sesuatu yang tidak bisa kita diubah, dan ini membuat kita tak bisa berkembang.
Maka pertanyaannya bukan lagi, “Apa yang telah terjadi padaku?” melainkan “Tujuan apa yang akan aku pilih sekarang.” Karena kita semua punya pilihan, terus hidup sebagai korban atau memutuskan untuk bertanggung jawab dan memilih arah hidup kita sendiri.
Sumber gambar: Pinterest