YTI Walisongo Buka Rumah Tahfidz Abuya Ja’far Baharun, Perkuat Ekosistem Pendidikan Qur’ani

- Wartawan

Selasa, 11 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Issue, PROBOLINGGO — Yayasan Tarbiyatul Islam (YTI) Walisongo memperluas ekosistem pendidikan keagamaannya melalui hadirnya Rumah Tahfidz Abuya Ja’far Baharun. Lembaga baru tersebut diarahkan menjadi ruang pembinaan generasi penghafal Al-Qur’an dengan pola pendidikan yang terstruktur dan berkelanjutan.

Rumah Tahfidz Abuya Ja’far Baharun hadir melalui kolaborasi dengan Rumah Tahfidz Center Koordinator Daerah (Korda) Jatim 2). Secara kelembagaan, unit pendidikan tersebut telah mengantongi Nomor Induk Pendirian PL/MA/0364/26.

Kepala Rumah Tahfidz Abuya Ja’far Baharun, Imron Rosidi, mengatakan kehadiran lembaga tersebut tidak semata-mata diarahkan untuk menambah tempat belajar Al-Qur’an. Lebih dari itu, rumah tahfidz diproyeksikan menjadi lingkungan pendidikan yang membentuk kebiasaan belajar, kedisiplinan, serta karakter santri.

“Kami ingin para santri memiliki proses pembelajaran yang terarah. Bukan hanya mengejar jumlah hafalan, tetapi bagaimana hafalan itu terus dijaga sehingga mencapai kualitas mutqin dan nilai-nilai Al-Qur’an tercermin dalam kehidupan mereka,” ujar Imron.

Menurutnya, proses tahfidz membutuhkan konsistensi. Hafalan yang telah diperoleh harus terus dirawat melalui murojaah dan evaluasi agar kualitasnya tetap terjaga.

Karena itu, kerja sama dengan Rumah Tahfidz Center Korda Jatim 2 menjadi bagian dari upaya membangun sistem pembelajaran yang lebih terukur. Santri diharapkan mendapatkan pembinaan yang tidak berhenti pada kemampuan menghafal, tetapi juga diarahkan untuk memahami tanggung jawab sebagai seorang penghafal Al-Qur’an.

“Hafalan yang kuat membutuhkan proses yang berkelanjutan. Kami ingin membangun budaya belajar yang membuat santri terbiasa menjaga hafalan sekaligus mengamalkan kandungan Al-Qur’an,” katanya.

Sementara itu, Ketua YTI Walisongo, KH Ahmad Ubaidillah, menyambut hadirnya Rumah Tahfidz Abuya Ja’far Baharun sebagai bagian dari pengembangan lembaga pendidikan di bawah yayasan.

Menurutnya, penambahan unit pendidikan tersebut merupakan bentuk respons terhadap kebutuhan masyarakat terhadap pendidikan keislaman yang memiliki fondasi Al-Qur’an.

“Penambahan Rumah Tahfidz Abuya Ja’far Baharun ke dalam keluarga besar YTI Walisongo adalah wujud komitmen kami untuk terus berkembang dan memberi manfaat yang lebih luas,” ungkap KH Ahmad Ubaidillah.

Ia menilai pendidikan Al-Qur’an memiliki peran penting dalam membangun ketahanan moral generasi muda. Di tengah perubahan sosial dan perkembangan teknologi yang semakin cepat, generasi muda membutuhkan fondasi nilai yang kuat agar mampu menentukan arah kehidupannya.

“Harapan kami, lembaga ini tidak hanya melahirkan para hafiz dan hafizah, tetapi juga generasi yang berakhlakul karimah dan mampu memberikan manfaat bagi agama, masyarakat, dan bangsa,” tuturnya.

Keberadaan legalitas dengan Nomor Induk Pendirian PL/MA/0364/26 menjadi salah satu pijakan bagi Rumah Tahfidz Abuya Ja’far Baharun untuk mengembangkan aktivitas pendidikannya secara lebih terarah.

Di sisi lain, kolaborasi dengan Rumah Tahfidz Center Korda Jatim 2 membuka ruang penguatan kapasitas kelembagaan serta penerapan sistem pembelajaran tahfidz yang lebih terstruktur.

YTI Walisongo berharap kehadiran lembaga tersebut dapat menjadi bagian dari gerakan memperluas pendidikan Al-Qur’an di tengah masyarakat. Rumah tahfidz juga diharapkan mampu menjadi ruang yang mempertemukan hafalan, pembinaan karakter, kedisiplinan, dan pengamalan nilai-nilai Al-Qur’an.

Dengan demikian, target yang dibangun bukan sekadar melahirkan generasi yang mampu menyelesaikan hafalan, tetapi generasi yang mampu menjaga hafalan, menghidupkan akhlaknya, dan membawa nilai Al-Qur’an ke tengah kehidupan masyarakat.

Berita Terkait

Babinsa Waru Turun Tangan, Bantu Warga Bangun Kamar Mandi
Noe Letto Cicipi Kopi Endemik Bondowoso, Dorong Penguatan Ekosistem agar Tembus Pasar Dunia
Babinsa Larangan Kawal Cabai Warga, Ketahanan Pangan Makin Kuat
H. Her Hadiri JJS Soft Opening Central 88 Gold Jewelry, Borong 2KG Emas
Usung Slogan Membeli dan Berbagi, Toko Emas Central 88 Pamekasan Salurkan 100 Persen Hasil Penjualan ke Yatim dan Dhuafa
Dandim Pamekasan Hadiri Jalan Sehat Central 88 di Arek Lancor PAMEKASAN – Dandim
Disparbudpora Bondowoso Bidik Dampak Ekonomi dari 2.350 Peserta Night Run 2026
KKN INHAFI Bawean 2026, Kelompok 02, Dorong Keselamatan Jalan melalui Pemasangan Reflektor

Berita Terkait

Selasa, 1 September 2026 - 06:06 WIB

Babinsa Waru Turun Tangan, Bantu Warga Bangun Kamar Mandi

Senin, 31 Agustus 2026 - 15:15 WIB

Noe Letto Cicipi Kopi Endemik Bondowoso, Dorong Penguatan Ekosistem agar Tembus Pasar Dunia

Senin, 31 Agustus 2026 - 05:40 WIB

Babinsa Larangan Kawal Cabai Warga, Ketahanan Pangan Makin Kuat

Minggu, 30 Agustus 2026 - 11:06 WIB

H. Her Hadiri JJS Soft Opening Central 88 Gold Jewelry, Borong 2KG Emas

Minggu, 30 Agustus 2026 - 07:34 WIB

Usung Slogan Membeli dan Berbagi, Toko Emas Central 88 Pamekasan Salurkan 100 Persen Hasil Penjualan ke Yatim dan Dhuafa

Berita Terbaru

Berita

Babinsa Waru Turun Tangan, Bantu Warga Bangun Kamar Mandi

Selasa, 1 Sep 2026 - 06:06 WIB