Sedekah Bumi Curahdami Warnai HUT ke-81 RI, KKN Posko 54 UIN KHAS Jember Kembali Hadir

- Wartawan

Jumat, 14 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Issue, Bondowoso – Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kelurahan Curahdami, Kabupaten Bondowoso, berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh kebersamaan. Warga menggelar tasyakuran, selamatan desa, dan doa bersama yang dikemas melalui tradisi sedekah bumi, Jumat (14/8/2026).

Kegiatan tersebut menjadi momentum bagi masyarakat untuk mensyukuri kemerdekaan sekaligus memanjatkan doa atas berbagai nikmat dan anugerah yang diberikan Allah SWT, termasuk potensi sumber daya alam yang dimiliki Kelurahan Curahdami.

Rangkaian acara diawali dengan pembukaan dan sambutan, dilanjutkan pembacaan historis Kelurahan Curahdami, tahlil, doa bersama, hingga makan bersama. Warga mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan antusias.

Lurah Curahdami, Kusnadi, S.Sos., M.M., mengatakan sedekah bumi menjadi bentuk rasa syukur masyarakat yang sekaligus berupaya menjaga tradisi dan kebersamaan warga.

“Kegiatan ini merupakan acara tasyakuran dan selamatan Kelurahan Curahdami dengan konsep sedekah bumi Curahdami. Ini merupakan bentuk rasa syukur kami atas rahmat Allah SWT atas kemerdekaan Republik Indonesia, sekaligus atas anugerah sumber daya alam yang sangat melimpah di Kelurahan Curahdami,” ujar Kusnadi.

Menurutnya, kegiatan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai perayaan tahunan, tetapi menjadi ruang untuk memperkuat hubungan sosial masyarakat serta menjaga warisan budaya yang telah tumbuh di tengah warga.

Ketua Panitia, Junaidi, mengapresiasi tingginya partisipasi masyarakat. Ia menyebut antusiasme warga menjadi salah satu faktor yang membuat kegiatan berjalan lancar meskipun persiapan dilakukan dalam waktu relatif singkat.

“Saya sangat puas dengan acara ini. Warga Kelurahan Curahdami sangat antusias mengikuti kegiatan, meskipun persiapannya cukup mepet. Semoga ke depannya kegiatan budaya seperti ini dapat terus dilaksanakan dan menjadi tradisi yang terus berkembang,” ungkap Junaidi.

Menariknya, kegiatan tersebut juga kembali mempertemukan warga Curahdami dengan mahasiswa KKN Posko 54 UIN KHAS Jember. Sebelumnya, para mahasiswa telah menjalani pengabdian selama 40 hari di kelurahan tersebut.

Meski masa pengabdian telah berakhir, mahasiswa KKN memilih tetap hadir dalam kegiatan masyarakat yang sebelumnya menjadi bagian dari kehidupan mereka selama berada di Curahdami.

Koordinator Desa KKN Posko 54, Ahmad Dani Maulana Aziz, mengatakan hubungan yang terbangun selama 40 hari membuat Curahdami memiliki tempat tersendiri bagi para mahasiswa.

“Meskipun KKN kami sudah selesai, bukan menjadi alasan untuk tidak mengikuti acara sedekah bumi ini. Selama 40 hari kami menemukan sebuah arti kekeluargaan yang tak sedarah. Karena itu, bagi kami, Curahdami bukan hanya tempat untuk menjalankan pengabdian, tetapi juga tempat yang memberikan banyak kenangan dan rasa kekeluargaan,” ujar Dani.

Kehadiran kembali mahasiswa KKN tersebut menjadi simbol bahwa hubungan sosial yang terbentuk selama pengabdian tidak selalu berakhir ketika masa KKN selesai. Interaksi antara mahasiswa dan masyarakat justru meninggalkan ikatan emosional yang tetap terjaga.

Tradisi sedekah bumi pun menjadi ruang pertemuan lintas generasi. Masyarakat, pemerintah kelurahan, serta generasi muda bersama-sama menjaga suasana kebersamaan sekaligus mengenang perjalanan Curahdami sebagai bagian dari masyarakat yang terus berkembang.

Bagi Kelurahan Curahdami, tasyakuran dalam momentum kemerdekaan tidak hanya berbicara tentang seremoni. Di dalamnya terdapat pesan tentang rasa syukur, penghormatan terhadap tradisi, serta pentingnya merawat hubungan antarmasyarakat.

Kegiatan tersebut diharapkan dapat terus dilaksanakan dan berkembang menjadi tradisi masyarakat Curahdami. Semangat gotong royong dan kekeluargaan yang terlihat dalam sedekah bumi menjadi modal sosial untuk menjaga kebersamaan warga di tengah perubahan zaman.

Berita Terkait

KH. Zakariya Al Ansori Buka Peluang Pimpin PCNU Situbondo, Tekankan Persatuan dan Khidmah
BRI Bondowoso Perluas Literasi Keuangan di Tapen, BRILink Agen Jadi Ujung Tombak Layanan Masyarakat
Pesan Gotong Royong dan Persatuan Menggema di Masjid Darul Karomah, Satgas TMMD Tutup dengan Jumat Berkah
Dosen Universitas At-Taqwa Bondowoso Ajak Mahasiswa Pascasarjana UIN KHAS Jember Menghasilkan Riset yang Bernilai dan Bermanfaat
Harapan Jurfri Bersemi, Rumah Layak Huni Mulai Dibangun 
Djavaloka Bistro Padukan Daging Asap, Minuman Khas, dan Pengalaman Meracik Tembakau
Kapolsek Pasean Mengajak Semua Warga Dan Para Atlet Agar OlahRaga Bola Voli Sebagai Ajang Untuk Mempererat Silaturahmi Dan Sinergitas Polri Dengan Masyarakat
Pengaspalan 550 Meter di Dusun Morsoksok Pamekasan Mulai Dikerjakan, Yon TP 539 dan Warga Gotong Royong

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 17:16 WIB

KH. Zakariya Al Ansori Buka Peluang Pimpin PCNU Situbondo, Tekankan Persatuan dan Khidmah

Jumat, 16 Oktober 2026 - 12:51 WIB

BRI Bondowoso Perluas Literasi Keuangan di Tapen, BRILink Agen Jadi Ujung Tombak Layanan Masyarakat

Jumat, 16 Oktober 2026 - 07:05 WIB

Pesan Gotong Royong dan Persatuan Menggema di Masjid Darul Karomah, Satgas TMMD Tutup dengan Jumat Berkah

Kamis, 15 Oktober 2026 - 16:56 WIB

Dosen Universitas At-Taqwa Bondowoso Ajak Mahasiswa Pascasarjana UIN KHAS Jember Menghasilkan Riset yang Bernilai dan Bermanfaat

Kamis, 15 Oktober 2026 - 10:02 WIB

Harapan Jurfri Bersemi, Rumah Layak Huni Mulai Dibangun 

Berita Terbaru

Berita

Harapan Jurfri Bersemi, Rumah Layak Huni Mulai Dibangun 

Kamis, 15 Okt 2026 - 10:02 WIB