Issue, Bondowoso — Perayaan Dies Natalis ke-23 SMKN 3 Bondowoso diisi dengan kegiatan yang mempertemukan kreativitas siswa dengan kebutuhan teknologi. Melalui Bazar Teknologi yang digelar Selasa (6/10/2026), para siswa dari berbagai kompetensi keahlian memamerkan karya yang mereka kembangkan selama proses pembelajaran.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya sekolah memberikan pengalaman pembelajaran yang lebih dekat dengan praktik. Siswa tidak hanya menghasilkan sebuah produk, tetapi juga dituntut mampu menjelaskan dan menunjukkan cara kerja karya yang dibuat kepada pengunjung.
Kepala SMKN 3 Bondowoso Dr. Daris Wibisono Setiawan mengatakan, Bazar Teknologi menjadi ruang untuk mendorong siswa lebih berani menuangkan gagasan melalui karya inovatif.
“Melalui Bazar Teknologi ini, kami ingin memberikan ruang seluas-luasnya bagi siswa untuk mengekspresikan gagasan dan karya inovatif mereka” ujar Daris.
Ia menambahkan, kegiatan tersebut juga diarahkan untuk membentuk kemampuan yang tidak hanya berkaitan dengan keterampilan teknis. Keberanian berkomunikasi, berpikir kritis dan mentalitas entrepreneurship menjadi bagian yang ingin ditumbuhkan melalui kegiatan tersebut.
Antusiasme pengunjung terlihat sejak kegiatan berlangsung. Tamu undangan, wali murid hingga pelajar dari sekolah sekitar mendatangi stan-stan yang menampilkan berbagai hasil karya siswa.
Muhammad Fadli menyebut Bazar Teknologi melibatkan sejumlah kompetensi keahlian di SMKN 3 Bondowoso. Kompetensi tersebut meliputi Teknik Kendaraan Ringan (TKR), Teknik Bodi Kendaraan Ringan (TBKR), Teknik Sepeda Motor (TSM), Teknik Instalasi Tenaga Listrik (TITL), Desain Permodelan dan Informasi Bangunan (DPIB), serta Teknik Elektronika Industri (TEI).
“Ada produk siram tanaman otomatis, sepeda motor hybrid BBM dan BBG, aquascape dari ban bekas, serta ratusan produk teknologi lainnya” imbuh Fadli.
Produk-produk yang dipamerkan menunjukkan beragam penerapan keterampilan siswa. Mulai dari teknologi tepat guna, sistem otomatisasi berbasis Internet of Things (IoT), produk manufaktur hingga rekayasa kreatif yang memiliki nilai ekonomi.
Keberadaan live demo membuat kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai pameran produk. Para siswa secara langsung memperlihatkan cara kerja sejumlah inovasi sekaligus memberikan penjelasan kepada pengunjung.
Di sisi lain, kemampuan siswa dalam mempresentasikan karya menjadi bagian dari proses pembelajaran. Mereka harus mampu berkomunikasi dengan pengunjung, memahami produk yang dibuat dan menjelaskan gagasan di balik inovasi tersebut.
Kegiatan ini juga memperlihatkan penerapan pembelajaran berbasis proyek atau Project-Based Learning di lingkungan SMKN 3 Bondowoso. Siswa mendapatkan pengalaman untuk mengembangkan sebuah gagasan hingga menjadi karya yang dapat ditampilkan kepada publik.
Bagi pendidikan vokasi, pengalaman tersebut menjadi bagian penting dalam mempersiapkan siswa menghadapi dunia kerja maupun dunia usaha. Keterampilan teknis dipadukan dengan kemampuan komunikasi, berpikir kritis dan keberanian memperkenalkan hasil karya.
Memasuki usia ke-23, SMKN 3 Bondowoso terus memperkuat komitmennya sebagai lembaga pendidikan vokasi yang adaptif, berkarakter dan berdaya saing. Bazar Teknologi menjadi salah satu wadah untuk memperlihatkan proses tersebut secara langsung.
Rangkaian kegiatan itu sekaligus menunjukkan bahwa kreativitas siswa dapat diarahkan menjadi karya yang memiliki fungsi dan potensi nilai ekonomi. Sinergi guru pembimbing, siswa dan dukungan kemitraan dunia kerja menjadi bagian penting dalam mendorong lahirnya inovasi dari lingkungan sekolah.













