Issue, Bondowoso – Nuansa religius dan semangat kebersamaan warga mewarnai pelaksanaan Amulud dan Doa Kebangsaan di Desa Pasarejo, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Bondowoso, Sabtu (29/8/2026) malam.
Kegiatan yang diselenggarakan Ranting NU Pasarejo bersama Pemerintah Desa Pasarejo tersebut diawali dengan pawai ancak agung dari masing-masing RT. Warga dengan penuh antusias mengarak ancak berisi beragam hasil bumi, makanan, jajanan dan berbagai kreasi menuju lokasi acara.
Pawai ancak agung menjadi salah satu daya tarik tersendiri. Selain mempertahankan tradisi masyarakat, kegiatan ini sekaligus memperlihatkan kekompakan dan semangat gotong royong warga dari berbagai RT di Desa Pasarejo.
Setelah pawai, kegiatan dilanjutkan dengan Amulud dan Doa Kebangsaan dengan tema “Merajut Ukhuwah, Menguatkan Iman, Meneladani Rasulullah.” Acara tersebut dihadiri jajaran Syuriah, Ketua Tanfidziyah MWC NU, pengurus NU, Pemerintah Desa Pasarejo, tokoh agama, tokoh masyarakat serta masyarakat setempat.
Kepala Desa Pasarejo, Joni Firdaus, mengapresiasi antusiasme masyarakat yang turut menyukseskan seluruh rangkaian kegiatan.
Menurutnya, keterlibatan warga dalam pawai ancak menunjukkan bahwa tradisi, nilai keagamaan dan semangat gotong royong masih menjadi bagian kuat dalam kehidupan masyarakat Pasarejo.
“Ini bukan hanya kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi dan kebersamaan masyarakat. Antusiasme warga dari masing-masing RT menunjukkan kekompakan masyarakat Pasarejo,” ungkap Joni.
Sementara itu, Ketua Panitia yang juga Rois Syuriah Desa Pasarejo, Ustaz Abrori, menyampaikan bahwa kegiatan Amulud dan Doa Kebangsaan diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial semata.
Ia menekankan pentingnya menjadikan momentum peringatan Maulid Nabi sebagai sarana untuk meningkatkan kecintaan kepada Rasulullah SAW, memperkuat ukhuwah serta menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan sosial dan kehidupan berbangsa.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin mengajak masyarakat untuk bersama-sama meneladani akhlak Rasulullah SAW. Ukhuwah harus terus kita jaga, iman kita kuatkan, dan kebersamaan masyarakat harus terus dirawat,” ujar Ustaz Abrori.
Menurutnya, pawai ancak yang melibatkan masing-masing RT juga memiliki makna penting karena mampu mempertemukan masyarakat dalam suasana penuh kebersamaan.
Dengan menggabungkan tradisi ancak agung, peringatan Maulid Nabi dan Doa Kebangsaan, kegiatan di Desa Pasarejo, Kecamatan Wonosari, menjadi momentum untuk memperkuat hubungan antara masyarakat, ulama dan pemerintah desa.
Malam tersebut pun berlangsung penuh keakraban, sekaligus menjadi gambaran kuatnya semangat ukhuwah, gotong royong dan kecintaan masyarakat Pasarejo terhadap tradisi keagamaan.













