Issue, Bondowoso – Pemerintah Kabupaten Bondowoso mulai memetakan peluang investasi di sektor infrastruktur melalui skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU). Langkah ini menjadi upaya membuka ruang kolaborasi dengan pihak swasta untuk mendukung pembangunan daerah.
Langkah tersebut ditandai dengan penandatanganan Kesepakatan Bersama antara Pemkab Bondowoso dan PT Hastari Jaya Sentosa terkait Studi Kelayakan Penyediaan Infrastruktur Strategis Melalui KPBU.
Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid mengatakan, kerja sama tersebut menjadi tahapan penting untuk melihat secara lebih jelas kebutuhan, potensi serta peluang pembiayaan pembangunan infrastruktur di daerah.
Menurutnya, pembangunan tidak cukup hanya mengandalkan perencanaan, tetapi juga membutuhkan kajian yang matang agar setiap proyek yang nantinya dikembangkan benar-benar memiliki manfaat bagi masyarakat.
“Dengan terlaksananya kerja sama ini kita dapat mengidentifikasi masalah, mengenali potensi daerah, serta menemukan peluang pembiayaan yang tepat,” ujar Abdul Hamid Wahid.
Ia menilai infrastruktur memiliki peran besar dalam menggerakkan perekonomian daerah. Infrastruktur yang baik akan mendukung mobilitas masyarakat, memperlancar aktivitas ekonomi sekaligus memperkuat daya saing Bondowoso.
Karena itu, skema KPBU dinilai dapat menjadi salah satu pilihan untuk memperluas sumber pembiayaan pembangunan sekaligus memberikan kesempatan kepada sektor swasta untuk berkontribusi dalam program strategis pemerintah daerah.
Direktur Utama PT Hastari Jaya Sentosa Samuel P. menyambut positif kerja sama tersebut. Menurutnya, kolaborasi pemerintah dan swasta dapat menjadi langkah yang saling menguntungkan apabila dilakukan dengan perencanaan dan pemetaan yang tepat.
“Ini langkah yang baik bagi kedua pihak, antara swasta dan pemerintah untuk berkolaborasi. Public Private Partnership bisa menjadi wadah bagi pemerintah memberikan ruang kepada swasta untuk mendukung program-program infrastruktur yang dicanangkan daerah,” ungkap Samuel.
Ia menyebut, pihaknya bersama Pemkab Bondowoso masih berada pada tahap pemetaan. Sejumlah sektor akan dikaji untuk mengetahui mana yang paling memungkinkan dikembangkan melalui skema KPBU.
Samuel menekankan pentingnya pemetaan tersebut agar investasi yang masuk nantinya tidak sekadar besar secara nilai, tetapi juga jelas arah dan manfaatnya.
“Sehingga saat investasi masuk sudah terukur dan terarah, potensi yang dihasilkan dari kerja sama ini bisa memberikan yang terbaik kepada masyarakat, khususnya pemerintah daerah sendiri,” jelasnya.
PT Hastari Jaya Sentosa juga melihat Bondowoso sebagai daerah yang memiliki potensi untuk dikembangkan melalui skema KPBU. Kondisi tersebut membuat perusahaan memberikan perhatian khusus terhadap peluang kerja sama pembangunan di daerah.
“Bondowoso salah satu daerah yang kami rasa punya potensi tinggi untuk pengembangan skema KPBU. Kami punya semangat yang tinggi untuk membangun negeri. Selain melakukan kegiatan bisnis, Bondowoso adalah salah satu daerah yang kami rasa punya potensi tinggi,” kata Samuel.
Tahap berikutnya akan diarahkan pada penyusunan studi kelayakan yang mencakup berbagai aspek, mulai dari teknis, hukum, keuangan hingga model bisnis dan tahapan pelaksanaan.
Hasil kajian tersebut nantinya diharapkan menjadi dasar bagi pemerintah daerah dalam menentukan sektor dan proyek yang layak dikembangkan melalui skema KPBU.
Bupati Abdul Hamid Wahid pun meminta perangkat daerah terkait memberikan dukungan penuh, terutama dalam penyediaan data dan koordinasi selama proses kajian.
Kerja sama ini diharapkan menjadi langkah awal untuk memperkuat sinergi pemerintah dan dunia usaha dalam menghadirkan infrastruktur yang tidak hanya layak secara investasi, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta mendorong pertumbuhan ekonomi Bondowoso.













