ISSUE, Situbondo — Pelatihan Kader Dasar (PKD) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Universitas Ibrahimy yang diselenggarakan pada 2 Februari 2026 di Aula Wisma Baluran, Situbondo, menghadirkan Rektor Universitas Ibrahimy, Dr. Khoirul Anwar, M.HI., sebagai pemateri utama dalam sesi Analisis Kebijakan Kampus. Kegiatan ini menjadi ruang edukatif sekaligus dialogis antara pimpinan kampus dan kader PMII dalam membangun tradisi berpikir kritis di lingkungan perguruan tinggi.
Dalam pemaparannya, Dr. Khoirul Anwar, M.HI., menegaskan bahwa kebijakan kampus tidak lahir secara instan, melainkan melalui proses perencanaan yang matang, pertimbangan akademik, serta penyesuaian terhadap regulasi dan kebutuhan institusi. Oleh karena itu, mahasiswa dituntut memiliki pemahaman yang komprehensif agar mampu membaca, menganalisis, dan menyikapi setiap kebijakan secara objektif dan proporsional.
Ia juga menekankan bahwa mahasiswa, khususnya kader PMII, memiliki posisi strategis sebagai agen kontrol sekaligus mitra kritis kampus. Peran tersebut harus dijalankan dengan pendekatan intelektual, dialogis, dan berorientasi pada solusi, sehingga kritik yang disampaikan mampu memberi kontribusi nyata bagi kemajuan institusi.
Lebih lanjut, Rektor Universitas Ibrahimy mendorong kader PMII untuk menjadikan organisasi sebagai ruang pembelajaran dalam membangun karakter intelektual, etika akademik, dan kepemimpinan. Materi analisis kebijakan kampus dinilai penting sebagai bekal mahasiswa dalam memahami tata kelola perguruan tinggi serta dinamika pengambilan keputusan di tingkat institusional.
Kegiatan PKD PMII Universitas Ibrahimy ini diikuti oleh kader dari berbagai rayon dan merupakan tahapan kaderisasi formal yang bertujuan membentuk kader berintegritas, berwawasan kebangsaan, serta berkomitmen pada nilai keislaman dan keindonesiaan. PKD tidak hanya dimaknai sebagai proses transfer pengetahuan, tetapi juga sebagai ruang pembentukan kesadaran gerakan mahasiswa.
Melalui materi analisis kebijakan kampus tersebut, diharapkan para peserta mampu meneguhkan perannya sebagai kader mujahid, kader yang berjuang melalui nalar kritis, etika akademik, dan pengabdian dalam mengawal kebijakan kampus secara konstruktif dan bertanggung jawab. Dengan demikian, kader PMII diharapkan dapat berkontribusi aktif dalam mewujudkan iklim akademik yang berkeadaban, partisipatif, dan berkelanjutan.















