UNIBO Gandeng INSYAKA Cetak Pendamping Halal, Jawab Tantangan Sertifikasi UMKM

- Wartawan

Jumat, 31 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Issue, Jember — Kebutuhan pendamping bersertifikat untuk membantu pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memenuhi kewajiban sertifikasi halal mendorong Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Bondowoso (UNIBO) memperkuat kolaborasi dengan LP3H Halal Center Institut KH Yazid Karimullah (INSYAKA) Jember. Sinergi tersebut diwujudkan melalui program rekrutmen dan pelatihan Pendamping Proses Produk Halal (P3H) yang digelar secara daring, Jumat (31/7/2026).

Program tersebut merupakan tindak lanjut kerja sama antara LPPM Universitas Bondowoso dan LP3H INSYAKA dalam bidang penelitian serta pengabdian kepada masyarakat. Selain memperkuat jejaring antarperguruan tinggi, kolaborasi ini diarahkan untuk menyiapkan sumber daya manusia yang mampu mendampingi pelaku usaha dalam proses pengajuan sertifikasi halal sesuai ketentuan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH).

Mahasiswa Universitas Bondowoso turut dilibatkan dalam kegiatan tersebut sebagai bagian dari implementasi pembelajaran berbasis praktik. Mereka memperoleh materi mengenai proses produk halal, mekanisme pendampingan, hingga regulasi yang menjadi dasar pelaksanaan sertifikasi halal sebelum mengikuti pelatihan lanjutan secara daring pada 1–3 Agustus 2026.

Keterlibatan mahasiswa menjadi salah satu upaya kampus menghadirkan pengalaman belajar yang tidak hanya berorientasi pada teori, tetapi juga memberikan kontribusi langsung kepada masyarakat melalui pendampingan UMKM.

Wakil Rektor INSYAKA, Saini, S.Pd., M.H.I., berharap program yang dilaksanakan mampu memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat serta memperkuat layanan pendampingan halal diberbagai daerah.

“Semoga kegiatan ini bisa berdampak dan memberi manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Ketua LP3H INSYAKA, Fawaid, S.E., M.H., menilai keberhasilan program tidak hanya diukur dari jumlah peserta yang mengikuti pelatihan, tetapi juga dari konsistensi mereka ketika terjun mendampingi pelaku usaha.

“Semoga para calon pendamping tidak hanya semangat saat mengikuti pelatihan,” katanya.

“Harapannya agar terus berkesinambungan untuk membantu masyarakat, khususnya pelaku UMKM yang ingin mendaftarkan produk halal,” lanjut Fawaid.

Ketua LPPM Universitas Bondowoso, Mohammad Haris Taufiqur Rahman, S.H., M.H., menyampaikan bahwa kerja sama tersebut menjadi langkah nyata dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, terutama pada aspek penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

“Kami sangat berterima kasih kepada LP3H INSYAKA karena telah menerima kami untuk bekerja sama dalam hal penelitian dan pengabdian masyarakat, khususnya dalam pelatihan pendamping produk halal ini,” ujar Haris.

“Ini merupakan salah satu wujud tindak lanjut kerja sama antara LPPM UNIBO dan LP3H INSYAKA,” tambahnya.

Menurut Haris, mahasiswa yang mengikuti program tersebut dipersiapkan agar memiliki kompetensi sebagai pendamping produk halal yang profesional sekaligus mampu membantu pelaku UMKM dalam memenuhi persyaratan sertifikasi.

“Kami mengirimkan mahasiswa UNIBO untuk mengikuti kegiatan tersebut dalam rangka belajar menjadi pendamping produk halal yang profesional,” ungkapnya.

“Semoga kegiatan ini tidak hanya berhenti di acara ini. Harapannya, kerja sama ini terus berlanjut ke momentum-momentum yang lain dalam rangka menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi,” imbuh Haris.

Program rekrutmen Pendamping Proses Produk Halal menetapkan sejumlah persyaratan, di antaranya peserta merupakan Warga Negara Indonesia, beragama Islam, berusia minimal 18 tahun, memiliki pendidikan minimal SMA atau sederajat, berkomitmen melakukan pendampingan, serta bersedia mengikuti seluruh tahapan pelatihan dan evaluasi.

Peserta yang dinyatakan memenuhi persyaratan akan memperoleh berbagai manfaat, mulai dari pelatihan tanpa biaya, sertifikat pendamping, pembekalan mengenai proses produk halal, integrasi sebagai Pendamping PPH BPJPH, hingga peluang memperoleh honorarium dari sertifikat produk halal yang berhasil diterbitkan.

Melalui kolaborasi tersebut, LPPM Universitas Bondowoso dan LP3H INSYAKA berharap dapat melahirkan lebih banyak pendamping produk halal yang kompeten, profesional, dan memiliki kepedulian terhadap pemberdayaan UMKM. Kerja sama ini juga diharapkan terus berkembang melalui berbagai program penelitian, pendidikan, pengabdian kepada masyarakat, serta kolaborasi akademik lainnya untuk memperkuat ekosistem jaminan produk halal di Indonesia.

Berita Terkait

Bedah Buku Breaking the Ceiling Jadi Magnet Festival Literasi Bondowoso, Peserta Diajak Menembus Batas Diri
FAI Universitas Bondowoso Tanamkan Etika Penulisan Ilmiah Melalui Pelatihan Mendeley
INNOFARM 2026 Hadirkan Pakar Farmasi dari Dalam dan Luar Negeri, Dorong Integrasi Sains dan Thibbun Nabawi
Karya Bhakti Skala Besar TNI AD Resmi Dimulai, Dandim Pamekasan Jadi Komandan Upacara
Komsos Babinsa di Billa’an, Aspirasi Warga Diserap Langsung
Babinsa Dampingi Bedah Rumah Warga, Bukti TNI Hadir untuk Rakyat
Babinsa Tlanakan Laksanakan Komsos Bersama Warga Di Desa Debuan
Babinsa Koramil 0826-03/Proppo Laksanakan Giat Komsos Bersama Warga Binaan Di Desa Karang Anyar

Berita Terkait

Jumat, 31 Juli 2026 - 13:21 WIB

UNIBO Gandeng INSYAKA Cetak Pendamping Halal, Jawab Tantangan Sertifikasi UMKM

Selasa, 28 Juli 2026 - 13:13 WIB

Bedah Buku Breaking the Ceiling Jadi Magnet Festival Literasi Bondowoso, Peserta Diajak Menembus Batas Diri

Senin, 27 Juli 2026 - 06:47 WIB

FAI Universitas Bondowoso Tanamkan Etika Penulisan Ilmiah Melalui Pelatihan Mendeley

Sabtu, 25 Juli 2026 - 18:01 WIB

INNOFARM 2026 Hadirkan Pakar Farmasi dari Dalam dan Luar Negeri, Dorong Integrasi Sains dan Thibbun Nabawi

Senin, 6 Juli 2026 - 08:52 WIB

Karya Bhakti Skala Besar TNI AD Resmi Dimulai, Dandim Pamekasan Jadi Komandan Upacara

Berita Terbaru

Berita

AKBP Wahyu Hidayat Resmi Pimpin Polres Pamekasan

Jumat, 31 Jul 2026 - 05:41 WIB