Redupnya Api Idealisme Pemuda: Antara Ambisi Pribadi dan Panggilan Nurani

- Wartawan

Selasa, 11 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh : Arik Irawan (Ketua PK PMII Universitas Bondowoso)

ISSUE, Bondowoso – “Idealisme adalah kemewahan terakhir yang hanya dimiliki oleh pemuda,” kata Tan Malaka puluhan tahun silam. Sebuah kalimat sederhana, namun sarat makna yang kini terasa semakin asing di telinga generasi muda. Api idealisme yang dulu membakar semangat perubahan, kini tampak meredup—tergoda gemerlap pragmatisme dan ambisi pribadi.

Dahulu, pemuda adalah simbol perlawanan, motor penggerak sejarah, dan suara nurani bangsa. Dari Sumpah Pemuda 1928 hingga reformasi 1998, mereka berdiri di garis depan, bukan karena imbalan, melainkan karena panggilan jiwa untuk menegakkan kebenaran. Namun kini, di tengah derasnya arus kapitalisme dan godaan eksistensi digital, idealisme kerap menjadi komoditas yang bisa dinegosiasikan. Banyak yang dengan mudah menukar prinsip dengan nominal, menjual suara dengan harga, bahkan mengorbankan nurani demi “kesempatan” dan “kedekatan kekuasaan”.

Fenomena ini tidak sepenuhnya salah, tetapi sungguh mengkhawatirkan. Ambisi pribadi—yang semestinya menjadi bahan bakar untuk maju—seringkali berubah menjadi jerat yang membungkam nurani. Pemuda tidak lagi berjuang karena cita-cita kolektif, melainkan karena kepentingan diri. Dalam ruang publik, suara kritis mereka perlahan kehilangan daya dobrak, tergantikan oleh konten yang viral tapi dangkal.

Padahal, idealisme bukan sekadar sikap keras kepala atau romantisme masa muda. Ia adalah kompas moral yang membedakan antara hidup yang bermakna dan hidup yang sekadar berjalan. Ketika idealisme mati, maka matilah pula keberanian untuk bermimpi dan memperjuangkan yang benar.

Kita mungkin hidup di zaman yang menuntut realitas, di mana idealisme sering dianggap utopia. Namun justru di tengah gelapnya pragmatisme itulah api idealisme seharusnya menyala paling terang. Tan Malaka pernah memperingatkan bahwa bangsa tanpa pemuda idealis adalah bangsa yang kehilangan masa depannya. Pertanyaannya kini: masihkah kita menyimpan bara itu, ataukah sudah menjualnya kepada kenyamanan yang meninabobokan?

Di tangan pemuda, nasib bangsa selalu ditentukan. Tapi pilihan ada di tangan mereka sendiri—menjadi bara yang menghidupkan perubahan, atau abu yang tertiup angin kepentingan pribadi.

Berita Terkait

Babinsa Koramil 0826-05/Larangan Laksanakan Giat Komsos Pasca Lebaran Di Rumah Kadus Grujugan
Dandim 0826/Pamekasan Bersama Forkopimda Laksanakan Patroli Malam Lebaran Di Sejumlah Titik Pastikan Situasi Aman Kondusif
Babinsa Koramil 0826-05/Larangan, Laksanakan Komsos Bersama Warga Binaan Di Desa Larangan Luar
Wujud Kepedulian Kepada Masyarakat,Babinsa Koramil 0826-02/Tlanakan Bantu Warga Dalam Proses Penjemuran Padi
Apresiasi Program Mudik Gratis Pemprov Jatim, Ketua PKC PMII : Ini Support Terhadap Anak Muda
Kodim 0826/Pamekasan Gelar Upacara Bendera Rutin Dalam Rangka Peringati Tanggal 17 Setiap Bulan
Ramadan Penuh Kepedulian, PSHT Ranting Panji Situbondo Bersama Polsek Panji Gelar Aksi Berbagi Takjil
Akibat Tergerus Air Hujan, Babinsa Koramil 0826/ Tlanakan Gotong Royong Bersama Warga Perbaiki Jalan Desa Yang Rusak

Berita Terkait

Sabtu, 21 Maret 2026 - 02:17 WIB

Babinsa Koramil 0826-05/Larangan Laksanakan Giat Komsos Pasca Lebaran Di Rumah Kadus Grujugan

Jumat, 20 Maret 2026 - 16:32 WIB

Dandim 0826/Pamekasan Bersama Forkopimda Laksanakan Patroli Malam Lebaran Di Sejumlah Titik Pastikan Situasi Aman Kondusif

Jumat, 20 Maret 2026 - 01:38 WIB

Babinsa Koramil 0826-05/Larangan, Laksanakan Komsos Bersama Warga Binaan Di Desa Larangan Luar

Rabu, 18 Maret 2026 - 02:05 WIB

Wujud Kepedulian Kepada Masyarakat,Babinsa Koramil 0826-02/Tlanakan Bantu Warga Dalam Proses Penjemuran Padi

Selasa, 17 Maret 2026 - 09:38 WIB

Apresiasi Program Mudik Gratis Pemprov Jatim, Ketua PKC PMII : Ini Support Terhadap Anak Muda

Berita Terbaru