Beradab dan Berperadaban: Refleksi Harlah IKSASS ke-37

- Wartawan

Selasa, 30 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Arik Irawan (Demisioner Ketua IKMASS Bondowoso Periode IV Th. 24/25

ISSUE, Opini. Tiga puluh tujuh tahun bukanlah waktu yang singkat bagi sebuah organisasi untuk menjaga eksistensinya. IKSASS (Ikatan Santri Salafiyah Syafi’iyah) lahir dari rahim pesantren dengan semangat kebersamaan, pengabdian, serta ikatan moral yang meneguhkan santri untuk tetap berpegang pada nilai-nilai luhur. Momentum harlah ke-37 ini menjadi ruang refleksi, bukan hanya tentang seberapa jauh perjalanan yang telah dilalui, tetapi juga tentang arah perjuangan yang akan ditempuh.

Dalam falsafah peradaban, kita mengenal dua kata kunci: beradab dan berperadaban. Keduanya memiliki makna yang saling berkaitan, namun tidak identik. Beradab berarti menjaga akhlak, sopan santun, serta ketundukan pada nilai-nilai etik dan spiritual. Sementara berperadaban adalah hasil dari sikap beradab yang meluas, sehingga melahirkan sistem sosial, budaya, ilmu pengetahuan, dan tata kehidupan yang tertata. Dengan kata lain, tidak mungkin suatu bangsa atau komunitas bisa membangun peradaban tanpa fondasi adab.

IKSASS, sejak awal berdirinya, mengemban tugas mulia untuk menjaga kesinambungan nilai adab pesantren di tengah derasnya arus perubahan zaman. Santri diajarkan untuk kritis, namun tetap sopan; berani bersuara, namun tidak melampaui batas; serta mampu menempatkan ilmu pengetahuan bukan sekadar alat intelektual, melainkan jalan pengabdian. Nilai inilah yang membuat IKSASS berbeda dari organisasi kemasyarakatan pada umumnya: ia tumbuh dari akar tradisi santri, namun tidak menutup diri terhadap tantangan global.

Memasuki usia ke-37, IKSASS dihadapkan pada tantangan yang semakin kompleks: krisis moral, derasnya arus digitalisasi, hingga dinamika kebangsaan yang kerap menimbulkan perpecahan. Dalam konteks inilah, IKSASS perlu meneguhkan kembali identitasnya sebagai organisasi yang beradab sekaligus berperadaban. Beradab, dengan terus menanamkan nilai akhlakul karimah dalam setiap lini kaderisasi. Berperadaban, dengan mengambil peran aktif membangun masyarakat yang cerdas, berdaya saing, dan berlandaskan pada kearifan tradisi pesantren.

Harlah ke-37 ini bukan hanya selebrasi, melainkan pengingat. Bahwa menjadi bagian dari IKSASS adalah panggilan untuk menjaga warisan pesantren: membumikan Islam rahmatan lil ‘alamin, memadukan ilmu dan amal, serta menghadirkan peradaban yang memuliakan manusia.

Seperti kata pepatah Arab, “Al-adab fauqal ‘ilm” (adab lebih tinggi daripada ilmu). Dari adab lahirlah peradaban. Dan dari santri yang beradab, terwujudlah masyarakat yang berperadaban.

Selamat harlah ke-37 untuk IKSASS. Semoga semakin teguh dalam menjaga adab, dan semakin kokoh dalam menegakkan peradaban.

Berita Terkait

Krisis Logistik Berulang, Pulau Bawean Terisolasi Setiap Cuaca Ekstrem
IMMAPSI Gelar Webinar Nasional “Educational Leadership 5.0” untuk Perkuat Kepemimpinan Mahasiswa Pendidikan
Kabag Kemahasiswaan Universitas Ibrahimy Tekankan Manajemen Isu dan Konflik dalam Kegiatan PKD
Pariwisata Berkelanjutan Situbondo: Antara Potensi Alam dan Ancaman Kerusakan SDA
Dukungan Penuh Kemenag! Essay Competition Kopri PMII Jadi Pemantik Literasi Pelajar Putri Bondowoso
PMII Rayon Rabiah Al-Adawiyah Gelar Aksi Sosial Peduli Lansia: Wujud Nyata Kepedulian Mahasiswa untuk Masyarakat Lanjut Usia
Perpecahan NU dan Guncangan Politik Indonesia: Antara Krisis Otoritas dan Ancaman Disintegrasi Nasional
Konflik Internal PMII Bondowoso yang Tak Berkesudahan: PC PMII Bondowoso, Apa Kabar?

Berita Terkait

Jumat, 23 Januari 2026 - 16:07 WIB

Krisis Logistik Berulang, Pulau Bawean Terisolasi Setiap Cuaca Ekstrem

Jumat, 23 Januari 2026 - 07:40 WIB

IMMAPSI Gelar Webinar Nasional “Educational Leadership 5.0” untuk Perkuat Kepemimpinan Mahasiswa Pendidikan

Senin, 12 Januari 2026 - 00:31 WIB

Kabag Kemahasiswaan Universitas Ibrahimy Tekankan Manajemen Isu dan Konflik dalam Kegiatan PKD

Senin, 29 Desember 2025 - 11:51 WIB

Pariwisata Berkelanjutan Situbondo: Antara Potensi Alam dan Ancaman Kerusakan SDA

Selasa, 9 Desember 2025 - 10:14 WIB

Dukungan Penuh Kemenag! Essay Competition Kopri PMII Jadi Pemantik Literasi Pelajar Putri Bondowoso

Berita Terbaru