Issue, Bondowoso – Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Jawa Timur memperkuat sinergi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui audiensi bersama Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Kantor Gubernur Jawa Timur, Jalan Pahlawan Surabaya, Senin (22/6/2026). Pertemuan tersebut membahas pengembangan media siber yang profesional, sehat, dan mampu memberikan manfaat luas bagi masyarakat.
Audiensi berlangsung dalam suasana hangat dan penuh semangat kolaborasi. Gubernur Khofifah didampingi Kabiro Adpim Setdaprov Jawa Timur Pulung Chausar dan Kabid Aplikasi Informatika Dinas Kominfo Jawa Timur Gugi Alifrianto Wicaksono.
Sementara itu, rombongan JMSI Jawa Timur dipimpin langsung Ketua JMSI Jatim Syaiful Anam bersama jajaran pengurus, dewan pembina, dewan pakar, sekretaris, bendahara, serta para wakil ketua.
Dalam pertemuan tersebut, JMSI Jawa Timur menyampaikan berbagai program organisasi yang telah dilaksanakan sebagai bagian dari upaya memperkuat kapasitas perusahaan pers sekaligus mendukung peningkatan literasi digital masyarakat.
Ketua JMSI Jawa Timur Syaiful Anam mengatakan bahwa organisasi yang dipimpinnya tidak hanya fokus pada penguatan internal media anggota, tetapi juga aktif membangun kerja sama dengan berbagai instansi dan lembaga.
“Selain program internal penguatan managemen media anggota JMSI Jatim, juga ekternal kerjasama pihak lain seperti pernah dilakukan dengan Dinas Kominfo Jatim mengadakan FGD cek fakta melalui aplikasi klinik hoax, sarasehan dengan Dinas Koperasi Jatim pemanfaatan media bagi pelaku UMKM,” ujarnya.
Menurut Syaiful, perkembangan media digital saat ini menuntut perusahaan pers untuk terus meningkatkan kualitas manajemen dan produk jurnalistik agar tetap dipercaya publik.
Karena itu, JMSI Jawa Timur terus mendorong berbagai program yang mampu memperkuat profesionalisme media sekaligus meningkatkan manfaat media siber bagi pembangunan daerah.
Selain isu literasi digital, JMSI juga memberikan perhatian terhadap aspek kesejahteraan pekerja media. Salah satunya melalui forum diskusi bersama RSJ Menur terkait kesehatan mental bagi insan pers.
“JMSI Jatim juga pernah melakukan FGD bersama RSJ Menur membahas manajemen kesehatan mental bagi pekerja media. Kedepan selain program internal penguatan media, juga sinergi dengan berbagai pihak untuk pemanfaatan media siber berkualitas dan bermanfaat,” tambahnya.
Gubernur Khofifah menyambut baik berbagai inisiatif yang dilakukan JMSI Jawa Timur. Menurutnya, media memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran publik, menyampaikan informasi pembangunan, serta menjaga kualitas ruang informasi di tengah masyarakat.
“Terimakasih kunjungannya disini, terimakasih sinergi JMSI Jatim yang baik bermanfaat telah dilakukan,” kata Khofifah.
Khofifah juga mendorong agar berbagai program kolaborasi yang telah berjalan dapat diperluas hingga ke berbagai daerah di Jawa Timur. Ia menilai sinergi antara media dan pemerintah daerah dapat menjadi instrumen penting dalam memperkuat edukasi publik serta mendukung pembangunan daerah yang inklusif.
Sebagai bentuk penghargaan atas komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam mendukung keterbukaan informasi dan pertumbuhan media profesional, JMSI Jawa Timur menyerahkan JMSI Jatim Award Kategori Keterbukaan Media Berkualitas kepada Gubernur Khofifah Indar Parawansa. Penghargaan tersebut menjadi simbol apresiasi atas dukungan terhadap tumbuhnya ekosistem pers yang sehat, profesional, dan berpihak pada kepentingan masyarakat.

















