Issue, Situbondo – Badan Eksekutif Mahasiswa Ta’hiliyah Ibrahimy (BEMTI) sukses menyelenggarakan kegiatan Ngaji Organisasi dan Pelantikan Pengurus Periode 2026–2027 di Auditorium Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo, Situbondo. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat semangat kepemimpinan, pengabdian, dan kaderisasi mahasiswa di lingkungan Madrasah Ta’hiliyah Ibrahimy (MTI).
Mengusung tema “Manifestasi Kepemimpinan Khidmah: Membangun Jiwa Kolektif dan Ketegasan Prinsip KHR. Achmad Fawaid As’ad Menuju Generasi Ulul Albab”, acara dihadiri oleh Kepala MTI Dr. Arfandi, M.Pd.I., jajaran dewan guru, serta seluruh mahasiswa MTI.
Rangkaian kegiatan diawali dengan prosesi pelantikan Presiden BEMTI beserta jajaran pengurus baru periode 2026–2027 yang ditandai dengan pembacaan baiat dan ikrar kepengurusan. Momentum tersebut menjadi simbol dimulainya amanah baru bagi para mahasiswa yang dipercaya memimpin organisasi kemahasiswaan di MTI.
Dalam sambutannya, Dr. Arfandi menegaskan bahwa kepengurusan organisasi bukan sekadar jabatan, melainkan ruang pembelajaran untuk mengembangkan karakter kepemimpinan, tanggung jawab, dan kemampuan mengelola amanah.
“Mudah-mudahan BEMTI yang baru dilantik dapat menjalankan amanah dengan baik dan merealisasikan program-program yang bermanfaat bagi mahasiswa maupun lembaga. Pengurus yang dilantik hari ini bukan mereka yang paling hebat, tetapi mereka yang mendapatkan kepercayaan untuk mengabdi dan belajar bersama,” ujarnya.
Menurutnya, organisasi merupakan sarana penting bagi mahasiswa untuk melatih kemampuan berpikir, berkomunikasi, bekerja sama, dan menyelesaikan persoalan secara kolektif. Pengalaman berorganisasi akan menjadi bekal berharga dalam menghadapi tantangan kehidupan di masa depan.
Selain pelantikan, kegiatan juga diisi dengan sesi Ngaji Organisasi yang menghadirkan Dr. Minhaji, M.Pd. sebagai narasumber. Dalam pemaparannya, ia memberikan motivasi dan wawasan mengenai pentingnya keteladanan dalam kepemimpinan serta peran organisasi sebagai wadah pembentukan karakter.
“Nasihat terbaik bukanlah ucapan, melainkan teladan. Seorang pemimpin harus mampu menunjukkan nilai-nilai yang ingin ia tanamkan kepada anggotanya melalui tindakan nyata,” ungkapnya.
Ia juga mengajak mahasiswa untuk menjadikan organisasi sebagai ruang belajar yang sehat dan produktif. Menurutnya, organisasi bukan hanya tempat menyusun program kerja, tetapi juga sarana membangun budaya diskusi, kepedulian sosial, serta semangat kolaborasi dalam mencapai tujuan bersama.
Dr. Minhaji menekankan bahwa generasi muda harus memiliki keberanian untuk berpikir visioner, namun tetap berpijak pada nilai-nilai keilmuan, akhlak, dan tradisi pesantren. Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya menjadi pribadi yang cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara moral dan spiritual.
Suasana kegiatan berlangsung penuh antusias. Para mahasiswa mengikuti seluruh rangkaian acara dengan semangat sebagai bagian dari proses pembelajaran kepemimpinan dan penguatan kapasitas diri.
Melalui kegiatan Ngaji Organisasi dan Pelantikan ini, BEMTI diharapkan mampu menjadi motor penggerak berbagai program yang inovatif, edukatif, dan bermanfaat bagi mahasiswa. Selain itu, kepengurusan baru diharapkan dapat memperkuat budaya organisasi yang sehat, kolaboratif, dan berorientasi pada pengabdian.
Dengan semangat khidmah dan nilai-nilai kepesantrenan yang terus dijaga, BEMTI MTI diharapkan mampu melahirkan generasi Ulul Albab yang memiliki kecerdasan intelektual, keteguhan prinsip, serta kepedulian terhadap kemajuan umat, bangsa, dan lembaga.

















