Bedah Buku Breaking the Ceiling Jadi Magnet Festival Literasi Bondowoso, Peserta Diajak Menembus Batas Diri

- Wartawan

Selasa, 28 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Issu, Bondowoso – Bedah buku Breaking the Ceiling karya dr. Celline Wijaya, MMSc. menjadi salah satu agenda yang paling menyita perhatian pada hari kedua Pameran dan Festival Literasi Bondowoso, Selasa (28/7/2026). Kegiatan yang digelar Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bondowoso itu dipenuhi ratusan pelajar, mahasiswa, guru, hingga pegiat literasi yang ingin mendengar langsung kisah inspiratif sang penulis.

Antusiasme peserta sudah terlihat sejak pagi. Sejak pukul 08.00 WIB, mereka memenuhi meja registrasi untuk mendapatkan 100 eksemplar buku Breaking the Ceiling yang dibagikan secara gratis oleh panitia. Tak sedikit peserta yang rela datang lebih awal agar bisa mengikuti seluruh rangkaian acara dari awal hingga selesai.

Acara dipandu oleh Mohammad Hairul, M.Pd., Instruktur Nasional Literasi Baca-Tulis sekaligus Kepala SMP Negeri 1 Curahdami. Ia membuka kegiatan dengan kutipan Pramoedya Ananta Toer yang mengajak generasi muda menjadikan tulisan sebagai warisan pemikiran yang akan terus hidup melampaui zaman.

Dalam sesi bedah buku, dr. Celline Wijaya mengisahkan perjalanan hidupnya sejak masa sekolah hingga berhasil melanjutkan pendidikan ke Harvard University. Menurutnya, buku Breaking the Ceiling lahir dari keinginan untuk membagikan pengalaman bahwa setiap orang memiliki peluang yang sama untuk meraih mimpi.

“Saya ingin pembaca memahami bahwa keterbatasan bukan alasan untuk berhenti. Yang menentukan masa depan kita bukan dari mana kita berasal, tetapi sejauh mana kita mau belajar dan terus memperbaiki diri,” ujar Celline.

Dokter kelahiran Jember itu juga menceritakan bagaimana dirinya diterima di Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga pada usia 15 tahun melalui program akselerasi. Pengalaman memenangkan lomba debat bahasa Inggris hingga memperoleh kesempatan mengikuti program pertukaran pelajar ke Australia menjadi salah satu titik yang mengubah cara pandangnya terhadap masa depan.

“Setiap kesempatan yang datang harus dimanfaatkan sebaik mungkin. Jangan pernah takut mencoba sesuatu yang baru, karena kita tidak pernah tahu pintu mana yang akan membawa kita menuju impian,” katanya.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bondowoso, Taufan Restuanto, S.Pd., M.Si., yang hadir sebagai penanggap, menilai buku tersebut memberikan pelajaran berharga bagi generasi muda agar tidak cepat menyerah menghadapi tantangan.

“Buku ini mengajarkan bahwa tidak ada mimpi yang terlalu tinggi. Selama kita memiliki tekad, disiplin, dan kemauan belajar, maka batas-batas yang terlihat mustahil pun bisa kita lewati,” ujarnya.

Senada dengan itu, penanggap kedua Dr. Septiana Agustin, M.Pd., mengatakan bahwa tantangan terbesar dalam perjalanan seseorang sering kali berasal dari keraguan terhadap kemampuan diri sendiri.

“Jangan biarkan rasa takut mengendalikan langkah kita. Percayalah pada proses, terus belajar, dan jangan pernah berhenti hanya karena mendengar keraguan dari orang lain,” tuturnya.

Memasuki sesi diskusi, suasana semakin hidup. Para peserta bergantian menyampaikan pertanyaan mengenai pengalaman akademik, cara membangun kepercayaan diri, hingga kiat menjaga semangat belajar. Di akhir acara, dr. Celline tetap melayani seluruh peserta yang ingin meminta tanda tangan buku dan berfoto bersama.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bondowoso, Dra. Nunung Setianingsih, M.M., mengaku bersyukur melihat besarnya antusiasme peserta selama kegiatan berlangsung.

“Kami memilih buku Breaking the Ceiling karena sarat dengan nilai-nilai perjuangan dan semangat belajar. Melalui kegiatan ini kami berharap para pelajar tidak hanya semakin mencintai literasi, tetapi juga memiliki keberanian untuk bermimpi besar dan berusaha mewujudkannya,” ujar Nunung.

Ia berharap Festival Literasi Bondowoso terus menjadi ruang yang mempertemukan buku, penulis, dan pembaca sehingga budaya literasi di tengah masyarakat semakin tumbuh sekaligus melahirkan generasi yang gemar membaca, berpikir kritis, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

Berita Terkait

FAI Universitas Bondowoso Tanamkan Etika Penulisan Ilmiah Melalui Pelatihan Mendeley
Karya Bhakti Skala Besar TNI AD Resmi Dimulai, Dandim Pamekasan Jadi Komandan Upacara
Komsos Babinsa di Billa’an, Aspirasi Warga Diserap Langsung
Babinsa Dampingi Bedah Rumah Warga, Bukti TNI Hadir untuk Rakyat
Babinsa Tlanakan Laksanakan Komsos Bersama Warga Di Desa Debuan
Babinsa Koramil 0826-03/Proppo Laksanakan Giat Komsos Bersama Warga Binaan Di Desa Karang Anyar
Babinsa Koramil 0826-02/Tlanakan Laksanakan Komsos Bersama Warga Binaan Di Desa Ambat
Babinsa Koramil 0826-06/Pademawu Laksanakan Komsos Bersama Warga Menanam Bibit Padi Di Desa Pagagan

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 13:13 WIB

Bedah Buku Breaking the Ceiling Jadi Magnet Festival Literasi Bondowoso, Peserta Diajak Menembus Batas Diri

Senin, 27 Juli 2026 - 06:47 WIB

FAI Universitas Bondowoso Tanamkan Etika Penulisan Ilmiah Melalui Pelatihan Mendeley

Senin, 6 Juli 2026 - 08:52 WIB

Karya Bhakti Skala Besar TNI AD Resmi Dimulai, Dandim Pamekasan Jadi Komandan Upacara

Selasa, 23 Juni 2026 - 02:56 WIB

Komsos Babinsa di Billa’an, Aspirasi Warga Diserap Langsung

Sabtu, 13 Juni 2026 - 03:04 WIB

Babinsa Dampingi Bedah Rumah Warga, Bukti TNI Hadir untuk Rakyat

Berita Terbaru