Issue, Bondowoso – Ketua STAI Al-Utsmani Bondowoso, Dawimatus Sholihah, S.Pd., M.E., menegaskan bahwa tata kelola pemerintahan yang baik serta kepastian hukum merupakan dua faktor utama dalam menciptakan iklim investasi yang sehat dan mendorong kemajuan ekonomi Indonesia.
Hal tersebut disampaikannya saat menjadi narasumber dalam Seminar Nasional bertajuk “Penguatan Tata Kelola Pemerintahan dan Kepastian Hukum dalam Membangun Ketahanan Ekonomi Indonesia yang Inklusif dan Berkelanjutan” yang digelar di Ballroom Grand Padies Hotel Bondowoso, Selasa (30/6/2026).
Seminar tersebut juga menghadirkan Anggota Komisi E DPRD Provinsi Jawa Timur Hj. Zeiniye, S.Ag., M.E. dan Dosen Universitas At-Taqwa Bondowoso Abdullah Yaqin, M.E., serta diikuti mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi, dosen, dan akademisi di Bondowoso.
Dalam pemaparannya, Dawimatus menjelaskan bahwa kepastian hukum menjadi fondasi penting dalam membangun kepercayaan investor sekaligus meningkatkan daya saing ekonomi nasional. Menurutnya, reformasi regulasi perlu terus dilakukan agar mampu menciptakan sistem pemerintahan yang lebih efektif, efisien, dan berorientasi pada pelayanan publik.
“Kepastian hukum dan reformasi regulasi merupakan fondasi utama dalam menciptakan iklim investasi yang sehat dan meningkatkan daya saing ekonomi Indonesia. Dalam perspektif ekonomi syariah, kepastian hukum tidak hanya memberikan perlindungan bagi investor, tetapi juga menjamin tegaknya nilai keadilan (al-‘adalah), amanah, dan kemaslahatan bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia mengatakan, reformasi regulasi tidak cukup hanya dilakukan melalui perubahan aturan, tetapi juga harus diiringi penyederhanaan birokrasi, transparansi pelayanan publik, digitalisasi sistem pemerintahan, serta penguatan prinsip Good Governance.
Menurut Dawimatus, pembangunan ekonomi yang berkelanjutan hanya dapat diwujudkan apabila pemerintah, dunia usaha, dan perguruan tinggi mampu membangun kolaborasi yang saling menguatkan dalam menciptakan ekosistem investasi yang sehat dan kompetitif.
Sementara itu, Anggota Komisi E DPRD Provinsi Jawa Timur, Hj. Zeiniye, menilai tata kelola pemerintahan yang baik menjadi fondasi dalam menjaga stabilitas fiskal, meningkatkan investasi, serta memperkuat ketahanan ekonomi nasional menuju Indonesia Emas 2045.
“Good Governance merupakan fondasi utama dalam menjaga investasi, stabilitas fiskal, ketahanan pangan, serta mewujudkan Indonesia Emas 2045,” tegasnya.
Di sisi lain, Dosen Universitas At-Taqwa Bondowoso, Abdullah Yaqin, menekankan bahwa sektor pertanian tetap menjadi penopang utama ketahanan ekonomi Indonesia. Menurutnya, penguatan sektor pertanian melalui modernisasi, hilirisasi, dan pemanfaatan teknologi menjadi langkah penting dalam menjaga ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.
“Sektor pertanian merupakan fondasi utama dalam menjaga ketahanan ekonomi nasional. Selain berperan sebagai penyedia pangan, sektor ini juga menyerap tenaga kerja, menyediakan bahan baku industri, mendukung ekspor komoditas, serta menjadi penyangga ekonomi ketika terjadi krisis,” jelas Abdullah.
Melalui seminar tersebut, para peserta, khususnya mahasiswa, diharapkan memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai pentingnya sinergi antara tata kelola pemerintahan yang baik, kepastian hukum, dan penguatan sektor strategis dalam mendukung pembangunan ekonomi Indonesia yang inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045.

















