Issue, Bondowoso – Bupati Bondowoso KH Abdul Hamid Wahid menegaskan bahwa budaya lokal harus menjadi fondasi utama dalam membangun karakter generasi muda di tengah derasnya arus globalisasi dan perkembangan teknologi yang terus berkembang.
Pernyataan tersebut disampaikan saat menghadiri Gelar Budaya “Ini Budi – Amarta Dewi Rengganis”, sebuah kegiatan yang menghadirkan pertunjukan seni dan edukasi budaya sebagai upaya menanamkan nilai-nilai luhur kepada masyarakat.
Menurut Hamid Wahid, kemajuan zaman tidak boleh membuat generasi muda kehilangan identitas dan akar budayanya. Justru di tengah berbagai tantangan modern, nilai-nilai kearifan lokal harus semakin diperkuat sebagai pedoman dalam kehidupan bermasyarakat.
“Penguatan karakter berbasis kearifan lokal bukan lagi sekadar pilihan, melainkan sebuah kebutuhan strategis demi menjaga masa depan bangsa,” ujarnya.
Ia menilai budaya daerah menyimpan banyak pelajaran tentang moralitas, kebersamaan, kepemimpinan, dan semangat pengabdian yang relevan untuk diterapkan dalam kehidupan saat ini.
Melalui pertunjukan Amarta Dewi Rengganis, masyarakat diajak mengenal kembali salah satu tokoh legendaris yang menjadi bagian dari sejarah dan kebanggaan masyarakat Bondowoso. Kisah tersebut dinilai mampu menjadi media pembelajaran yang menarik bagi generasi muda.
Bupati juga memberikan apresiasi kepada Teater Gas Bondowoso yang dinilai konsisten menghadirkan ruang kreatif berbasis budaya melalui program Ini Budi. Menurutnya, pendekatan seni menjadi cara efektif untuk mengenalkan nilai-nilai budaya kepada anak-anak dan remaja.
Hamid menegaskan bahwa pelestarian budaya membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, mulai dari keluarga, sekolah, komunitas seni, hingga pemerintah daerah.
Menurutnya, budaya tidak cukup hanya dipentaskan dalam sebuah acara, tetapi harus menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari agar tetap hidup dan berkembang di tengah masyarakat.
Ia berharap kegiatan semacam ini terus dilaksanakan sebagai sarana memperkuat kecintaan masyarakat terhadap budaya daerah sekaligus membangun rasa bangga terhadap identitas Bondowoso.
Bupati juga mengajak masyarakat untuk menjaga persatuan dan memperkuat semangat kebersamaan melalui penghormatan terhadap nilai-nilai budaya yang diwariskan para leluhur.
Dengan semangat “Satu Hati, Satu Budi, Satu Bangsa”, Hamid berharap lahir generasi Bondowoso yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat, berakhlak mulia, dan tetap berpegang teguh pada nilai-nilai budaya lokal.
“Marilah kita jadikan Bondowoso sebagai rahim yang subur bagi tumbuhnya generasi yang cerdas secara intelektual sekaligus luhur secara kultural,” pungkasnya.

















