ISSUE, Bondowoso, 4 Agustus 2025 — Konferensi Koordinator Cabang (Konkoorcab) ke-XXV Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Jawa Timur yang digelar di GOR Pelita, Kabupaten Bondowoso sejak 28 Juli 2025, memanas setelah Panitia Steering Committee (SC), Organizing Committee (OC), dan Panitia Lokal (Panlok) menyampaikan pernyataan sikap secara terbuka, Senin malam (4/8).
Pernyataan tersebut disampaikan melalui sebuah video berdurasi 1 menit 45 detik yang kemudian beredar luas di kalangan peserta konferensi dan masyarakat PMII Jawa Timur. Dalam video itu, Ketua OC Konkoorcab XXV, Firmanzah, membacakan langsung isi pernyataan sikap, didampingi Ketua SC dan perwakilan Panlok.
“Ini merupakan pernyataan sikap dari kami, Ketua SC, Ketua OC, dan Panitia Lokal Konkoorcab XXV PMII Jawa Timur,” tegas Firmanzah dalam video tersebut. Ia menyampaikan keprihatinan atas carut-marut dan ketidakjelasan jalannya Forum Tata Tertib (Tatib) Pemilihan Ketua PKC dan Ketua Kopri PKC PMII Jawa Timur yang tak kunjung terlaksana.
Dalam pernyataannya, panitia menuntut lima hal penting:
1. Meminta kepada pimpinan sidang PB PMII untuk segera memulai agenda dengan sikap kompeten dan profesional.
2. Mendesak PB PMII agar ikut memperlancar, bukan menghambat, pelaksanaan Tatib Pemilihan.
3. Meminta seluruh calon Ketua PKC dan Ketua Kopri PKC agar bersikap kooperatif demi kelancaran forum.
4. Mendorong semua pihak untuk segera melaksanakan Forum Tatib Pemilihan malam ini.
5. Menyatakan bahwa jika hingga malam ini Forum Tatib tidak dilaksanakan hingga menghasilkan ketua terpilih, maka seluruh panitia akan menyatakan pembubaran diri.
Pernyataan tegas ini memicu diskusi hangat dan beragam respons di kalangan kader PMII Jawa Timur. Banyak yang menyayangkan sikap pasif PB PMII dan menilai bahwa ketidakhadiran pimpinan sidang justru menjadi penghambat utama proses demokrasi internal organisasi.
“Saya datang jauh-jauh, meninggalkan pekerjaan dan keluarga, tapi malah terkatung-katung tanpa kejelasan. Ini benar-benar memalukan,” ujar salah satu peserta yang enggan disebutkan namanya.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada pernyataan resmi dari PB PMII terkait alasan ketidakhadiran pimpinan sidang serta molornya pelaksanaan Forum Tatib Pemilihan. Sementara itu, panitia menyatakan bahwa mereka masih menunggu itikad baik dari PB PMII dan seluruh pihak terkait untuk menyelesaikan agenda organisasi secara tuntas dan bertanggung jawab.
Ancaman pembubaran panitia menjadi sinyal serius bahwa Konkoorcab XXV bisa berakhir antiklimaks. Semua mata kini tertuju pada langkah PB PMII dalam beberapa jam ke depan—apakah akan menyelamatkan forum atau justru membiarkannya gagal.
Tautan video pernyataan sikap panitia:https://vt.tiktok.com/ZSSueaJxM/