Silat Bersatu di HUT Bhayangkara, Tanda Damai Budaya

- Wartawan

Rabu, 2 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Issue.co.id, Salatiga, 1 Juli 2025 – Peringatan Hari Bhayangkara ke-79 di Lapangan Pancasila Kota Salatiga berlangsung dengan penuh khidmat dan kebersamaan. Dalam momen ini, kehadiran berbagai perguruan silat dari lintas aliran memberi warna tersendiri. Bukan sekadar hadir sebagai tamu atau pengisi acara, para pendekar justru membawa pesan kuat tentang pentingnya persatuan dalam keberagaman budaya.

Berbagai aliran silat seperti PSHT, IKSPI Kera Sakti, Tapak Suci, Pagar Nusa, dan lainnya tampak duduk berdampingan dalam suasana yang rukun dan tertib. Ini menjadi potret yang menginspirasi: bahwa silat sejatinya adalah warisan luhur yang menjunjung tinggi etika dan kedamaian, bukan alat untuk berselisih.

“Silat bukan hanya tentang bela diri, tapi juga akhlak. Kita diajarkan menghormati, bukan menyerang,” ucap salah satu tokoh pendekar yang hadir.

Kehadiran para pesilat dari berbagai perguruan ini juga menjadi cerminan kuat bahwa toleransi tidak melulu soal agama, tetapi juga tentang cara kita merawat budaya. Salatiga membuktikan bahwa kota kecil pun bisa menjadi contoh kehidupan multikultural yang harmonis, termasuk dalam ranah seni bela diri tradisional.

Kapolres Salatiga dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh elemen masyarakat yang hadir, khususnya para pendekar silat yang menunjukkan sikap damai dan saling menghargai.

“Semangat Bhayangkara adalah menjaga ketertiban bersama. Hari ini kita melihat budaya turut hadir sebagai penjaga persatuan,”katanya.

Dalam suasana nasional yang kadang masih diwarnai konflik antar kelompok, momen ini menjadi penegas bahwa pewaris budaya punya peran penting dalam menciptakan kedamaian. Silat bukan sekadar latihan fisik, tapi ruang menempa karakter dan membangun nilai luhur dalam kehidupan sosial.

HUT Bhayangkara ke-79 di Salatiga bukan hanya soal institusi kepolisian, melainkan juga perayaan kerukunan yang tumbuh dari budaya lokal, sebuah contoh nyata bahwa perbedaan bukan alasan untuk terpecah, melainkan kekuatan untuk saling melengkapi.

Penulis : Ahmad Ainurroziq

Berita Terkait

SH Terate Situbondo Tambah 133 Warga Baru, IPSI dan Kapolres Dorong Lahirnya Atlet Berprestasi
Pak Kumpo Bawa Semangat Persatuan pada Pencalonan Presidium Aremania Utas 2026–2028
Mempererat Silaturahmi, Dandim 0826/ Pamekasan Ikuti Giat Gowes Di Markas Korem 084/Bhaskara Jaya
Jezmico Murid Kelas 9 Di SMP Negeri 1 Pamekasan Raih Dua Medali Emas di Pasi Bupati Cup Pamekasan 2025.
Dandim 0826/Pamekasan Tutup Open Tournament Volly Ball Dandim Cup XIII Tahun 2025
Momentum Emas IKSPI Sulsel di Habibie Championship 2025: Seni Beregu Putri Ukir Sejarah
Timnas Indonesia U-17 Lolos ke Piala Asia 2025, Bukti Perjuangan Garuda Muda
Bersama Ribuan Jamaah Majelis Sabilu Taubah, Gus Iqdam Doakan Khofifah Jadi Gubernur Lagi

Berita Terkait

Senin, 22 Juni 2026 - 13:05 WIB

SH Terate Situbondo Tambah 133 Warga Baru, IPSI dan Kapolres Dorong Lahirnya Atlet Berprestasi

Senin, 15 Juni 2026 - 10:59 WIB

Pak Kumpo Bawa Semangat Persatuan pada Pencalonan Presidium Aremania Utas 2026–2028

Senin, 26 Januari 2026 - 05:33 WIB

Mempererat Silaturahmi, Dandim 0826/ Pamekasan Ikuti Giat Gowes Di Markas Korem 084/Bhaskara Jaya

Minggu, 16 November 2025 - 22:24 WIB

Jezmico Murid Kelas 9 Di SMP Negeri 1 Pamekasan Raih Dua Medali Emas di Pasi Bupati Cup Pamekasan 2025.

Senin, 10 November 2025 - 21:47 WIB

Dandim 0826/Pamekasan Tutup Open Tournament Volly Ball Dandim Cup XIII Tahun 2025

Berita Terbaru

Berita

Cegah DBD dan Narkoba, Babinsa Turun Langsung ke Warga

Rabu, 24 Jun 2026 - 12:53 WIB