ISSUE, Karya Tulis. Komunikasi penting bagi kita sebagai makhluk sosial. Komunikasi yang baik adalah kunci dari hubungan yang harmonis, baik dalam lingkup keluarga pertemanan bermasyarakat atau dalam publik speaking banyak orang mengalami kesulitan dalam berkomunikasi karena kurang mengetahui dasar-dasar penting di dalam komunikasi. Ada rumus sederhana yang bisa diterapkan kita untuk mencapai komunikasi yang baik yaitu :
C = Q × P × R
Communication = Question × Praise × Reaction.
Question/ Pertanyaan : Mengajukan pertanyaan yang menunjukkan bahwa kita tertarik dengan apa yang sedang dikatakan oleh lawan bicara. Dengan ini kita bisa membuka ruang untuk percakapan lebih mendalam dan menunjukkan bahwa kita senang mendengar perkataan lawan bicara.
Praise/ Pujian : memberikan apresiasi tentang hal yang dibicarakan mereka dapat menciptakan suasana yang lebih hangat, mereka pun akan lebih terpancing untuk terus berbicara dengan kita.
Reaction/Reaksi : memberikan umpan balik dalam bentuk ekspresi, tanggapan atau tindakan. Hal ini membuat komunikasi tidak hanya berjalan satu arah namun menjadi lebih terbuka.
Nah, selanjutnya, mari kita terapkan metode tersebut dalam contoh sederhana, misal. Teman mu memberi tau mu bahwa dia baru saja potong rambut, tanggapan seperti “Iya. ” Atau “Ohh” Saja akan memberikan kesan bahwa kita tidak tertarik pada obrolan mereka. Kita juga membuat kesan seakan kita tidak mau mengobrol lebih lanjut dengan lawan bicara.
Coba kita gunakan rumus komunikasi tadi.
1. Question : Potong rambutnya dimana? Ini gaya yang lagi tren sekarang ya? Nama model potongannya apa?
2. Praise : Wah bagus deh, kamu keliatan lebih cantik! Gaya ini cocok banget deh ke kamu!
3. Reaction : bisa berupa pujian verbal seperti diatas atau dengan bahasa tubuh(Tersenyum, ekspresi kagum atau tindakan kecil yang menunjukkan kita benar-benar memperhatikan mereka.)
Usahakan untuk tetap fokus pada pembahasan lawan bicara, jangan bermain hp saat mereka sedang berbicara. Jika memang ada sesuatu yang penting kamu bisa memberi tau mereka terlebih dahulu seperti : “Aku bales chat dulu ya bentar. ” “Eh ada yang butuh aku nih, bentar ya. ”
Jangan memotong pembicaraan mereka, usahakan menunggu mereka selesai bicara sebelum kita menanggapinya. Saat mereka membicarakan satu topik, jangan langsung berganti topik yang kamu inginkan sebelum topik yang mereka bicarakan benar-benar selesai. Usahakan untuk selalu exited saat mendengar cerita-cerita mereka. Maka saat kita bercerita mereka akan melakukan hal yang sama.
“Sebelum menjadi pembicara yang baik, jadilah pendengar yang baik terlebih dahulu.”
Itulah tadi rumus sederhana dalam komunikasi dan cara penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Dengan menerapkan hal tersebut, komunikasi akan berjalan lancar dan kita dapat mempererat hubungan dengan lawan bicara.
Referensi : Bicara Itu Ada Seninya (The Secret Habits to Master Your Art of Speaking) – Oh Su Hyang, pakar komunikasi Korea Selatan.
Penulis : Miftahul Jannah