Manusia Non-Organisasi

- Wartawan

Rabu, 25 Juni 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Alfandy Dzulqornain* (Mahasiswa Aktif IAI At-Taqwa Bondowoso)

ISSUE, Karya Tulis. Kata “Organisasi” sering kali diasosiasikan dengan hubungan antar manusia. Karena dalam organisasi terjadi hubungan interpersonal antar individu.

Namun, apakah seseorang yang tidak ikut organisasi itu bisa dikatakan tidak mampu bersosial dengan baik? Dan bagaimana mereka berinteraksi dalam kehidupan sehari-hari?

Manusia tidak hanya bergantung terhadap suatu wadah yang memiliki esensi kegiatan bersosial, mereka memiliki kepribadian yang juga berpotensi dalam bersosialisasi. Terkadang mereka yang tidak sibuk dengan bersosial bukanlah anti sosial, hanya saja mereka tidak memiliki toleransi terhadap drama-drama, lebih mencintai ketulusan, menjalani kehidupan sehari-harinya secara realistis juga lebih memilih kualitas daripada kuantitas dalam berhubungan.

Faktanya ada oknum yang terlalu berisik terhadap pengakuan dengan sebuah prestasi yang tak memiliki esensi, makna dari suatu tindakan yang dilakukan. Perlu kita ingat bahwa ada perpaduan yang sangat tajam, cukup baik dalam menumbuhkan rasa bersosial di dalam kepribadian seseorang, yaitu orang yang pada awalnya tidak tertarik terhadap organisasi, fokus terhadap realistis kehidupan namun, mencoba meleburkan diri kedalamnya.

Berorganisasi bukan hanya tentang merawat sikap bersosial yang baik dan memang tidak menjanjikan kesuksesan. Namun, banyak hal di dalamnya yang dapat dijadikan sebagai pengalaman dan salah satu langkah untuk membentuk kualitas kepribadian yang baik. Sebuah saran dari pemuda untuk pemuda, kita tak perlu takut terhadap hal yang negatif dalam berorganisasi, cukup memiliki niat yang baik, tujuan, selebihnya hati-hati dalam melangkah. Karena tak sedikit pemuda menjalani hari-harinya tidak sesuai dengan harapan agama dan bangsa. Daripada kita melakukan kegiatan yang sia-sia atau bahkan memiliki nilai yang negatif, lebih baik kita ikut melebur diri kepada kegiatan bersosial seperti organisasi. Meskipun tidak semua manusia menjalani kehidupan yang kurang bermakna, alangkah lebih baiknya kita sibuk-kan diri dengan hal ini, sebagai sikap waspada kedepannya.

Dapat disimpulkan bahwa menjalani kegiatan bersosial tergantung terhadap titik fokus yang bermakna, tidak sekedar demi validasi untuk eksistensi yang tak memiliki esensi sebagai penyetaraannya.

*): Penulis juga merupakan Mahasiswa Aktif Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI) IAI At-Taqwa Bondowoso dan anggota aktif Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Rayon Averroes. 

Berita Terkait

Krisis Logistik Berulang, Pulau Bawean Terisolasi Setiap Cuaca Ekstrem
IMMAPSI Gelar Webinar Nasional “Educational Leadership 5.0” untuk Perkuat Kepemimpinan Mahasiswa Pendidikan
Kabag Kemahasiswaan Universitas Ibrahimy Tekankan Manajemen Isu dan Konflik dalam Kegiatan PKD
Pariwisata Berkelanjutan Situbondo: Antara Potensi Alam dan Ancaman Kerusakan SDA
Dukungan Penuh Kemenag! Essay Competition Kopri PMII Jadi Pemantik Literasi Pelajar Putri Bondowoso
PMII Rayon Rabiah Al-Adawiyah Gelar Aksi Sosial Peduli Lansia: Wujud Nyata Kepedulian Mahasiswa untuk Masyarakat Lanjut Usia
Perpecahan NU dan Guncangan Politik Indonesia: Antara Krisis Otoritas dan Ancaman Disintegrasi Nasional
Konflik Internal PMII Bondowoso yang Tak Berkesudahan: PC PMII Bondowoso, Apa Kabar?

Berita Terkait

Jumat, 23 Januari 2026 - 16:07 WIB

Krisis Logistik Berulang, Pulau Bawean Terisolasi Setiap Cuaca Ekstrem

Jumat, 23 Januari 2026 - 07:40 WIB

IMMAPSI Gelar Webinar Nasional “Educational Leadership 5.0” untuk Perkuat Kepemimpinan Mahasiswa Pendidikan

Senin, 12 Januari 2026 - 00:31 WIB

Kabag Kemahasiswaan Universitas Ibrahimy Tekankan Manajemen Isu dan Konflik dalam Kegiatan PKD

Senin, 29 Desember 2025 - 11:51 WIB

Pariwisata Berkelanjutan Situbondo: Antara Potensi Alam dan Ancaman Kerusakan SDA

Selasa, 9 Desember 2025 - 10:14 WIB

Dukungan Penuh Kemenag! Essay Competition Kopri PMII Jadi Pemantik Literasi Pelajar Putri Bondowoso

Berita Terbaru