Idealisme Bukan Utopia: Refleksi Gerakan PMII di Era Kekinian

- Wartawan

Minggu, 28 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Arik Irawan (Ketua Komisariat PMII Universitas Bondowoso) 

ISSUE, Opini. Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) lahir bukan sekadar sebagai organisasi, melainkan sebagai wadah pertemuan antara intelektualitas, spiritualitas, dan semangat perjuangan sosial. Dari awal kelahirannya, PMII selalu mengusung idealisme tinggi: membela kaum mustadh’afin, menjaga marwah demokrasi, serta menjadi motor perubahan di tengah dinamika bangsa. Namun, sering kali idealisme itu dipandang sebagai sesuatu yang utopis—indah dalam konsep, tetapi sulit diwujudkan di realitas.

Padahal, bila ditelaah lebih jauh, idealisme bukanlah utopia. Idealisme adalah kompas moral yang menjaga arah pergerakan agar tidak larut dalam pragmatisme. Tanpa idealisme, organisasi mahasiswa hanya akan terjebak dalam rutinitas seremonial tanpa makna. PMII dengan segala dinamikanya, harus tetap menjadikan idealisme sebagai pijakan dalam setiap langkah, meskipun tantangan era kekinian semakin kompleks.

Era digital, globalisasi, dan derasnya arus informasi telah membawa wajah baru pergerakan mahasiswa. Ruang kritik tidak lagi terbatas pada podium demonstrasi, tetapi juga merambah ke ruang-ruang virtual. Di titik ini, idealisme PMII diuji: mampukah ia menjaga substansi perjuangan di tengah banjir konten instan yang kerap menumpulkan daya kritis?

Refleksi ini penting, sebab banyak kader yang berhadapan dengan dilema: memilih menjadi aktivis yang lantang di jalanan, atau menjadi intelektual yang kritis di ruang akademik. Sesungguhnya, keduanya bisa berjalan beriringan bila ditopang dengan idealisme yang kokoh. PMII harus hadir sebagai penyeimbang—mampu membumikan nilai-nilai keislaman, kebangsaan, dan kemanusiaan ke dalam praksis nyata yang dirasakan masyarakat.

Lebih dari itu, menjaga idealisme berarti juga berani berbeda. Di tengah pragmatisme politik dan budaya populer yang cenderung permisif, kader PMII harus mampu berkata “tidak” terhadap kompromi yang mencederai nurani. Inilah yang membedakan antara gerakan yang sekadar ikut arus dengan gerakan yang benar-benar membawa misi perubahan.

Maka, idealisme PMII bukan utopia, melainkan energi. Ia bukan bayangan kosong yang mustahil digapai, tetapi daya dorong yang menuntun kadernya untuk terus berproses, mengasah diri, dan mengabdikan ilmu bagi masyarakat. Tugas kita adalah merawat energi itu agar tidak redup oleh kepentingan sesaat.

Akhirnya, refleksi ini mengingatkan kita bahwa keberadaan PMII tidak akan bermakna tanpa komitmen menjaga idealisme. Justru dari sanalah lahir kader yang tangguh, berintegritas, dan siap menghadapi tantangan zaman. Idealisme bukan mimpi, ia nyata, sejauh kita berani menghidupkannya dalam setiap denyut perjuangan.

Berita Terkait

Ratusan Santri Ramaikan Porsadin VII Probolinggo, FKDT Bidik Prestasi Nasional
Mahasiswa KKN Universitas Bondowoso Gelar Sosialisasi: Stop Perundungan di SDN Pakisan 05 Tlogosari
UNIBO Luncurkan KKN 2026 di Tlogosari, Dorong Transformasi Digital hingga Tingkat Desa
Dewan Pendidikan Minta Temuan Lapangan Tak Berhenti Jadi Catatan, Bupati Didorong Percepat Pembenahan Pendidikan
Didukung Dispendik, Korwilcam Bondowoso Mulai Gerakan Seribu Buku Karya Murid
HAN 2026 Dimanfaatkan Semangka Balap Bondowoso Kampanyekan Gemar Makan Buah Lokal Sejak Dini
FKIP UNEJ Perkuat Kompetensi Guru SMK PPN 1 Tegalampel Lewat Workshop Pembelajaran Inovatif
PEMBERSATU Bondowoso Perkuat Gerakan Pemuda Peduli, Satukan Bakti Sosial, Mahasiswa KKN, dan Wakil Rakyat

Berita Terkait

Senin, 10 Agustus 2026 - 03:36 WIB

Ratusan Santri Ramaikan Porsadin VII Probolinggo, FKDT Bidik Prestasi Nasional

Jumat, 7 Agustus 2026 - 03:45 WIB

Mahasiswa KKN Universitas Bondowoso Gelar Sosialisasi: Stop Perundungan di SDN Pakisan 05 Tlogosari

Senin, 27 Juli 2026 - 13:38 WIB

UNIBO Luncurkan KKN 2026 di Tlogosari, Dorong Transformasi Digital hingga Tingkat Desa

Senin, 27 Juli 2026 - 13:27 WIB

Dewan Pendidikan Minta Temuan Lapangan Tak Berhenti Jadi Catatan, Bupati Didorong Percepat Pembenahan Pendidikan

Sabtu, 25 Juli 2026 - 10:30 WIB

Didukung Dispendik, Korwilcam Bondowoso Mulai Gerakan Seribu Buku Karya Murid

Berita Terbaru