Universitas Bondowoso Siapkan KKN Berbasis Dampak, Mahasiswa Diminta Tinggalkan Warisan Pembangunan di Desa

- Wartawan

Senin, 20 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Issue, Bondowoso – Universitas Bondowoso mengubah orientasi pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari sekadar memenuhi kewajiban akademik menjadi program pengabdian yang berorientasi pada dampak nyata bagi masyarakat. Melalui pembekalan KKN Tahun Akademik 2025/2026 Semester Genap yang digelar Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), Senin (20/7/2026), mahasiswa dibekali strategi agar program yang dijalankan mampu memberikan manfaat berkelanjutan bagi desa.

Pembekalan yang berlangsung di Ruang Pekerti Universitas Bondowoso itu menjadi tahapan wajib sebelum mahasiswa diterjunkan ke sejumlah desa di Kecamatan Tlogosari, Kabupaten Bondowoso. Tahun ini, KKN mengusung tema “Pemberdayaan Potensi Desa Berbasis Digital untuk Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Kecamatan Tlogosari”, dengan fokus mendorong pemanfaatan teknologi sebagai sarana memperkuat pembangunan desa.

Rektor Universitas Bondowoso, Samsul Arifin, S.Pd.I., M.H.I., mengatakan bahwa mahasiswa harus mampu menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat desa.

“Kuliah Kerja Nyata merupakan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi yang mengintegrasikan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Oleh karena itu, mahasiswa Universitas Bondowoso diharapkan mampu menghadirkan program-program yang memberikan dampak positif bagi masyarakat Kecamatan Tlogosari. Selain itu, jagalah etika, akhlak, dan nama baik almamater selama berinteraksi dengan masyarakat, karena keberhasilan KKN tidak hanya diukur dari terlaksananya program, tetapi juga dari keteladanan sikap dan integritas mahasiswa,” kata Samsul Arifin.

Ia menegaskan, keberhasilan mahasiswa tidak cukup diukur dari banyaknya kegiatan yang terlaksana, tetapi dari sejauh mana program tersebut mampu terus dimanfaatkan masyarakat setelah KKN berakhir.

Ketua LPPM Universitas Bondowoso, Mohammad Haris Taufiqur Rahman, S.H., M.H., menjelaskan bahwa seluruh peserta diwajibkan menyusun program kerja berdasarkan hasil identifikasi kebutuhan masyarakat sehingga pengabdian yang dilakukan benar-benar menjawab persoalan di lapangan.

“Program kerja KKN harus dirancang berdasarkan kebutuhan riil masyarakat, berorientasi pada solusi, serta memiliki keberlanjutan setelah mahasiswa menyelesaikan masa pengabdian. KKN bukan sekadar memenuhi kewajiban akademik, melainkan menjadi ruang implementasi ilmu pengetahuan yang mampu meningkatkan kapasitas masyarakat dan memperkuat pembangunan desa secara berkelanjutan,” ujarnya.

Dalam pelaksanaan KKN tahun ini, mahasiswa akan didorong mengembangkan berbagai inovasi, seperti digitalisasi UMKM, pendampingan penerbitan Nomor Induk Berusaha (NIB) melalui OSS, sertifikasi halal bagi pelaku usaha, pengembangan administrasi desa berbasis elektronik (e-government), penguatan literasi digital, hingga pengelolaan sampah berbasis teknologi.

Selain itu, Universitas Bondowoso juga mengintegrasikan Program Mahasiswa Peduli Stunting (Mahasiswa Penting) sebagai bagian dari implementasi kebijakan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek). Mahasiswa nantinya akan terlibat dalam edukasi kesehatan, pendampingan posyandu, peningkatan gizi keluarga, edukasi bagi ibu hamil dan balita, serta pemberdayaan masyarakat berbasis data untuk mendukung percepatan penurunan stunting.

Dosen Pembimbing Lapangan, Yuda Yulianto, S.I.P., M.I.P., mengingatkan bahwa keberhasilan pengabdian juga ditentukan oleh kemampuan mahasiswa membangun komunikasi dan kepercayaan dengan masyarakat.

“Mahasiswa harus menjunjung tinggi tata krama, menghormati nilai-nilai sosial dan budaya setempat, serta mampu membangun komunikasi yang baik dengan seluruh elemen masyarakat. Kehadiran mahasiswa hendaknya menjadi bagian dari kehidupan masyarakat sehingga pelaksanaan program dapat berjalan secara partisipatif dan memperoleh dukungan dari berbagai pihak,” ungkapnya.

Melalui pembekalan tersebut, Universitas Bondowoso berharap mahasiswa tidak hanya hadir sebagai pelaksana program kerja selama beberapa minggu, tetapi mampu meninggalkan warisan berupa inovasi, pengetahuan, dan model pemberdayaan yang dapat terus dikembangkan masyarakat setelah masa KKN berakhir. Dengan demikian, pengabdian mahasiswa diharapkan menjadi bagian dari upaya memperkuat pembangunan desa yang adaptif, mandiri, dan berkelanjutan.

Berita Terkait

Babinsa Palengaan Tak Mundur, Pengeboran Air Tembus Tanah Berbatuan
Bukan Sekadar Lomba, SMP Maarif 4 Pamekasan Tanamkan Nilai Sportivitas
Dari Bondowoso ke Istana Negara, Dua Generasi SMAN 1 Tenggarang Torehkan Kisah Berbeda
Loreng Sakera Membara di Yogyakarta, 2.500 Personel Siap Kawal Perayaan 81 Tahun Kemerdekaan RI
Dandim 0826/Pamekasan Jadi Irup Penurunan Bendera Merah Putih di Pendopo Agung Ronggo Sukowati
PSHT Jambesari Hadiri Upacara HUT RI ke-81, Ketua Ranting Tekankan Persatuan dan Nasionalisme
Dua Piala untuk Cindogo, Bukti Kekompakan Warga di Hari Kemerdekaan
SMPN 1 dan SMKN 1 Tamanan Kolaborasi Meriahkan HUT ke-81 RI Lewat Panggung Seni

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 06:05 WIB

Babinsa Palengaan Tak Mundur, Pengeboran Air Tembus Tanah Berbatuan

Selasa, 18 Agustus 2026 - 00:41 WIB

Bukan Sekadar Lomba, SMP Maarif 4 Pamekasan Tanamkan Nilai Sportivitas

Senin, 17 Agustus 2026 - 14:54 WIB

Dari Bondowoso ke Istana Negara, Dua Generasi SMAN 1 Tenggarang Torehkan Kisah Berbeda

Senin, 17 Agustus 2026 - 11:37 WIB

Loreng Sakera Membara di Yogyakarta, 2.500 Personel Siap Kawal Perayaan 81 Tahun Kemerdekaan RI

Senin, 17 Agustus 2026 - 10:47 WIB

Dandim 0826/Pamekasan Jadi Irup Penurunan Bendera Merah Putih di Pendopo Agung Ronggo Sukowati

Berita Terbaru