Sound Horeg Haram? Menelusuri Fatwa Ulama Atas Fenomena Hiburan Sound Horeg Saat Ini.

- Wartawan

Rabu, 9 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ISSUE, Bondowoso. Sound horeg adalah salah satu hiburan yang banyak ditemukan di jawa timur. Biasanya sound sistem di bawa menggunakan truk dan diarak keliling jalan dengan puluhan sampai ratusan orang mengiringi nya. Biasanya hiburan ini digunakan saat hajatan atau karnaval.

Namun, Forum Satu Muharram Bahtsul Masail di Ponpes Besuk, Pasuruan, resmi memfatwakan sound horeg haram berdasarkan kajian fiqih dan aspek sosial. Menurut KH Muhibbul Aman Aly, fatwa ini dikeluarkan bukan hanya semata-mata karena kebisingan suara dari sound horeg, namun adanya ikhtilat dan interaksi bebas di dalamnya. Medcom menyebut keputusan ini diambil pada 26–27 Juni 2025 oleh para kiai di Ponpes Besuk .

Sementara KH Ma’ruf Khozin dari MUI (Majelis Ulama Indonesia) Jawa timur, mendukung keputusan ponpes besuk ini, walaupun MUI Jawa timur masih belum mengeluarkan fatwa sendiri.

Para kyai menganggap adanya sound horeg ini membawa dampak negatif, diantaranya adalah kerusakan lingkungan, berpotensi merusak pendengaran hingga munculnya aktivitas yang melanggar norma.

Reddit dan media lokal mencatat, MUI Jatim dan PCNU Situbondo menyepakati bahwa “suara berlebihan lebih banyak membawa mudharat”

Dengan adanya fatwa ini, masyarakat diharapkan lebih bijak dalam menyikapi hiburan yang yang berkembang. Agar tetap menjaga nilai-nilai kesopanan dan ketertiban lingkungan.

Meski belum ada larangan secara hukum. Imbauan dari para ulama ini menjadi pengingat bahwa kebebasan berekspresi pun harus dibatasi agar tidak menimbulkan mudhorot bagi orang lain

Berita Terkait

Babinsa Palengaan Tak Mundur, Pengeboran Air Tembus Tanah Berbatuan
Bukan Sekadar Lomba, SMP Maarif 4 Pamekasan Tanamkan Nilai Sportivitas
Dari Bondowoso ke Istana Negara, Dua Generasi SMAN 1 Tenggarang Torehkan Kisah Berbeda
Loreng Sakera Membara di Yogyakarta, 2.500 Personel Siap Kawal Perayaan 81 Tahun Kemerdekaan RI
Dandim 0826/Pamekasan Jadi Irup Penurunan Bendera Merah Putih di Pendopo Agung Ronggo Sukowati
PSHT Jambesari Hadiri Upacara HUT RI ke-81, Ketua Ranting Tekankan Persatuan dan Nasionalisme
Dua Piala untuk Cindogo, Bukti Kekompakan Warga di Hari Kemerdekaan
SMPN 1 dan SMKN 1 Tamanan Kolaborasi Meriahkan HUT ke-81 RI Lewat Panggung Seni

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 06:05 WIB

Babinsa Palengaan Tak Mundur, Pengeboran Air Tembus Tanah Berbatuan

Selasa, 18 Agustus 2026 - 00:41 WIB

Bukan Sekadar Lomba, SMP Maarif 4 Pamekasan Tanamkan Nilai Sportivitas

Senin, 17 Agustus 2026 - 14:54 WIB

Dari Bondowoso ke Istana Negara, Dua Generasi SMAN 1 Tenggarang Torehkan Kisah Berbeda

Senin, 17 Agustus 2026 - 11:37 WIB

Loreng Sakera Membara di Yogyakarta, 2.500 Personel Siap Kawal Perayaan 81 Tahun Kemerdekaan RI

Senin, 17 Agustus 2026 - 10:47 WIB

Dandim 0826/Pamekasan Jadi Irup Penurunan Bendera Merah Putih di Pendopo Agung Ronggo Sukowati

Berita Terbaru