ISSUE.CO.ID,PAMEKASAN — Di tengah hiruk-pikuk bulan suci Ramadhan, sebuah harmoni unik tercipta di Desa Samatan, Kecamatan Proppo, Pamekasan. Memadukan semangat religiusitas dan penguatan ekonomi kerakyatan, Koperasi Desa (KDKMP) Merah Putih sukses menggelar Opening Ceremony Lomba Tahfidz Al-Qur’an yang dirangkai dengan Festival Bazar Ramadhan, Sabtu (28/02/2026).
Kegiatan yang dibuka langsung oleh Komandan Kodim 0826/Pamekasan, Letkol Kav Agus Wibowo Hendratmoko, S.H., M.Han., ini menjadi potret nyata bagaimana institusi ekonomi desa mampu menjadi pusat peradaban dan pembinaan karakter generasi muda.
*Membangun Karakter Melalui Ayat Suci*
Dalam sambutannya, Letkol Kav Agus Wibowo mengungkapkan rasa bangganya terhadap inovasi yang lahir dari tingkat desa. Baginya, menyelenggarakan lomba religi di lingkungan koperasi adalah langkah visioner yang menyeimbangkan kebutuhan duniawi dan ukhrawi.
”Lomba Tahfidz ini bukan sekadar mengejar pahala, melainkan investasi mental. Kita sedang membentuk keberanian dan kepercayaan diri anak-anak kita agar mereka siap menghadapi panggung yang lebih besar di masa depan,” ujar Letkol Kav Agus Wibowo saat prosesi pemotongan pita.
Ia juga memberikan apresiasi khusus kepada Kepala Desa Samatan, H. Tamyis, S.Ag., atas keberaniannya memberdayakan koperasi desa yang masih berusia muda sebagai penggerak kegiatan positif masyarakat.
*Koperasi Sebagai Jantung Kemasyarakatan*
Senada dengan Dandim, Kepala Desa Samatan, H. Tamyis, menegaskan bahwa acara ini dirancang untuk menciptakan ekosistem yang inklusif. Selain menjaring bibit-bibit penghafal Al-Qur’an, kehadiran Festival Bazar Ramadhan di lokasi yang sama bertujuan untuk menghidupkan geliat UMKM lokal.
”Kami ingin masyarakat merasakan bahwa koperasi desa adalah milik bersama. Di sini mereka bisa mengasah spiritualitas melalui lomba tahfidz, sekaligus mendukung ekonomi tetangga melalui bazar,” jelas Tamyis.
Acara yang dihadiri oleh jajaran Forkopimcam Proppo, tokoh agama, dan tokoh pemuda ini berlangsung khidmat. Antusiasme warga yang memadati lokasi menunjukkan bahwa kolaborasi antara nilai-nilai keagamaan dan pemberdayaan ekonomi merupakan formula yang dinantikan masyarakat dalam membangun ketahanan sosial desa.














