Foto bersama setelah acara
ISSUE, Situbondo 4 Agustus 2026 – Dalam rangka menyambut Hari Jadi Kabupaten Situbondo (Harjakasi) ke-208, Ikatan Mahasiswa Alumni Salafiyah Syafi’iyah (IKMASS) Situbondo menggelar Seminar Kebangsaan bertema “Transformasi Kepemimpinan Santri di Kota Santri” di Pondok Pesantren Nurul Ulum Semiring, Selasa (4/8). Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi IKMASS dalam menyemarakkan Harjakasi melalui penguatan nilai-nilai kebangsaan, kepemimpinan, dan semangat pengabdian generasi muda.
Seminar menghadirkan Hj. Zeiniye, S.Ag., M.E., Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur sekaligus alumni Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo, sebagai narasumber utama. Dalam penyampaian materinya, beliau menegaskan bahwa santri memiliki peran strategis dalam pembangunan bangsa dan daerah. Menurutnya, kepemimpinan santri harus dibangun di atas fondasi keilmuan, akhlak, integritas, serta semangat pengabdian, sehingga mampu melahirkan pemimpin yang adaptif terhadap perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai pesantren.
Seminar berlangsung dengan penuh antusias. Peserta yang terdiri dari mahasiswa, pelajar, santri, serta masyarakat umum mengikuti jalannya kegiatan hingga selesai. Suasana diskusi semakin hidup saat sesi tanya jawab, di mana peserta aktif menyampaikan gagasan dan pertanyaan mengenai tantangan kepemimpinan generasi muda, peran santri dalam kehidupan berbangsa, serta kontribusi pemuda dalam pembangunan Kabupaten Situbondo.
Ketua Umum IKMASS Situbondo, Ahadian Irsal Syauqi, menyampaikan bahwa seminar ini merupakan bagian dari ikhtiar IKMASS untuk ikut menyemarakkan Harjakasi ke-208 melalui kegiatan yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Menurutnya, tema kepemimpinan santri dipilih karena santri memiliki potensi besar untuk menjadi motor penggerak perubahan yang tetap berpegang teguh pada nilai-nilai keislaman, kebangsaan, dan kebudayaan lokal.
Sementara itu, Ketua Panitia, Muhammad Adib Zairozi, mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini, khususnya kepada narasumber, Pondok Pesantren Nurul Ulum Semiring, panitia, serta seluruh peserta yang telah berpartisipasi. Ia berharap seminar ini tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi mampu menjadi ruang belajar yang melahirkan semangat baru bagi generasi muda untuk terus berkarya dan mengabdi kepada masyarakat.
Harjakasi ke-208 diharapkan menjadi momentum bersama untuk mewujudkan Kabupaten Situbondo yang lebih baik ke depannya.


















