Issue, Bondowoso – Korps PMII Putri (KOPRI) PMII Universitas Bondowoso menegaskan pentingnya pembangunan citra diri kader perempuan melalui tiga pilar utama, yakni Brain, Beauty, dan Behavior, dalam kegiatan Sekolah Islam Gender (SIG) yang berlangsung pada 5–6 Juni 2026 di Dawuhan, Tenggarang, Bondowoso.
Forum yang diikuti kader putri PMII tersebut menjadi ruang refleksi sekaligus penguatan kapasitas diri dalam menghadapi berbagai tantangan sosial, budaya, dan perkembangan teknologi yang semakin dinamis. Melalui tema “Citra Diri KOPRI”, peserta diajak memahami bahwa identitas kader perempuan tidak dibangun melalui pencitraan semata, melainkan melalui kualitas intelektual, karakter, dan kontribusi nyata di tengah masyarakat.
Ketua PC KOPRI Bondowoso, Puteri Raudatul Jannah, dalam pemaparannya menjelaskan bahwa pilar pertama, Brain, menitikberatkan pada pentingnya kemampuan berpikir kritis dan penguatan budaya literasi di kalangan kader. Menurutnya, seorang kader harus memiliki wawasan yang luas agar mampu membaca realitas sosial secara objektif dan tidak mudah terpengaruh oleh arus informasi yang belum tentu benar.
“Brain itu pondasi. Kalau kader tidak punya wawasan, mudah disetir opini dan gugur di ruang diskusi. Kita harus berani berbeda karena gagasan,” tegasnya.
Ia menjelaskan bahwa nilai modernisasi dalam KOPRI bukan berarti menerima seluruh perkembangan zaman tanpa filter, melainkan mengajak kader untuk memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi secara bijak serta tetap berpijak pada nilai-nilai organisasi dan keislaman.
Pada pilar kedua, Beauty, peserta diajak mendefinisikan kembali makna kecantikan perempuan. Dalam forum tersebut ditegaskan bahwa kecantikan tidak semata diukur dari penampilan fisik, melainkan dari kualitas kepribadian, kepedulian sosial, serta keberanian dalam memperjuangkan nilai-nilai kebenaran.
“Cantik versi KOPRI bukan putih, langsing, atau aesthetic Instagram. Cantik itu aura keberanian membela kebenaran dan kepedulian pada sesama,” ungkap salah seorang peserta dalam sesi diskusi.
Konsep wanita ideal yang diperkenalkan dalam forum tersebut menekankan pentingnya iman, kejujuran, kreativitas, dan kasih sayang sebagai fondasi utama dalam membangun citra diri perempuan. Dengan demikian, kader putri diharapkan mampu tampil percaya diri melalui kapasitas dan karya yang dimiliki.
Sementara itu, pilar ketiga, Behavior, membahas pentingnya perilaku dan etika kader dalam kehidupan sehari-hari maupun di ruang digital. Peserta diajak memahami bahwa setiap tindakan dan ucapan kader akan selalu menjadi perhatian publik dan mencerminkan organisasi yang menaunginya.
Diskusi juga menyoroti pentingnya menjaga adab dalam menyampaikan pendapat, menghormati perbedaan, serta menggunakan media sosial secara bertanggung jawab. Nilai Mitra Sejajar yang menjadi bagian dari paradigma KOPRI menegaskan bahwa laki-laki dan perempuan memiliki kedudukan yang setara dalam menjalankan peran sosial dan tanggung jawab kemanusiaan.
Menutup sesi diskusi, Puteri Raudatul Jannah menegaskan bahwa ketiga pilar tersebut tidak dapat dipisahkan satu sama lain dalam membangun citra diri kader perempuan PMII.
“Kalau hanya brain tanpa behavior, kita jadi arogan. Kalau hanya beauty tanpa brain, kita jadi kosong. Kader KOPRI Bondowoso harus lengkap: cerdas, berakhlak, dan berdaya. Itu citra diri kita,” pungkasnya.
Melalui forum ini, KOPRI Bondowoso berharap lahir kader-kader perempuan yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter kuat, etika yang baik, serta kemampuan untuk menjadi agen perubahan di tengah masyarakat. Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum untuk mendorong gerakan self-upgrade dan self-development kader putri agar mampu berkembang berdasarkan kapasitas dan integritas diri, bukan semata mengikuti tren yang berkembang di media sosial.

















