Issue, Bondowoso – DPD Partai Golkar Kabupaten Bondowoso menegaskan komitmennya mengawal pemenuhan hak masyarakat terhadap akses air bersih, terutama di wilayah yang setiap tahun terdampak kekeringan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pendampingan penyaluran bantuan air bersih bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bondowoso di Dusun Sumber Biru, Desa Klabang, Kecamatan Tegalampel, Sabtu (27/6/2026).
Selain mendampingi distribusi air bersih, Ketua DPD Partai Golkar Bondowoso Ady Kriesna juga menyerahkan bantuan paket sembako kepada sejumlah janda lanjut usia sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak musim kemarau.
Penyaluran bantuan melibatkan BPBD Bondowoso, Pemerintah Kecamatan Tegalampel, Pemerintah Desa Klabang, serta masyarakat setempat. Dalam kegiatan tersebut, BPBD mengerahkan dua unit truk tangki berkapasitas masing-masing 5.000 liter untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga.
Berdasarkan data BPBD Kabupaten Bondowoso, sebanyak 52 kepala keluarga di Dusun Sumber Biru mengalami kesulitan memperoleh air bersih selama hampir satu bulan terakhir. Warga masih mengandalkan bantuan dropping air untuk kebutuhan konsumsi, sementara kebutuhan mandi, cuci, dan kakus dipenuhi dengan berjalan sekitar satu kilometer menuju sumber air.
Ady Kriesna mengatakan, bantuan yang diberikan merupakan bentuk kepedulian terhadap masyarakat. Namun, menurutnya persoalan kekeringan harus menjadi perhatian serius pemerintah karena terus berulang hampir setiap musim kemarau.
Ia menjelaskan, Desa Klabang sebenarnya telah memiliki sumur bor dengan kedalaman sekitar 80 meter. Akan tetapi, kapasitas air yang dihasilkan terus menurun sehingga belum mampu memenuhi kebutuhan masyarakat secara optimal.
“Saya berharap Pemerintah Daerah memprioritaskan alokasi anggaran untuk program pengeboran air bersih di daerah-daerah rawan kekeringan di Bondowoso. Dengan begitu, masyarakat tidak lagi bergantung pada bantuan dropping air setiap musim kemarau,” ujar Ady Kriesna.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur air bersih harus menjadi investasi jangka panjang yang mampu memberikan kepastian akses air bagi masyarakat, khususnya di daerah-daerah yang setiap tahun mengalami kekeringan.
Salah seorang warga penerima bantuan mengaku bantuan air bersih dan sembako yang diterima sangat membantu kebutuhan keluarga di tengah sulitnya memperoleh air bersih selama musim kemarau.
“Alhamdulillah, kami sangat terbantu. Air bersih ini benar-benar kami butuhkan untuk kebutuhan sehari-hari. Ditambah bantuan sembako, tentu sangat berarti bagi kami. Semoga ke depan ada solusi agar kami tidak lagi kesulitan air setiap musim kemarau,” ungkapnya.
Ady berharap seluruh pemangku kepentingan dapat memperkuat sinergi dalam membangun sistem penyediaan air bersih yang berkelanjutan. Menurutnya, masyarakat tidak hanya membutuhkan bantuan saat kondisi darurat, tetapi juga kepastian akses air bersih sebagai kebutuhan dasar yang harus dipenuhi secara berkesinambungan. (Rif)

















