Lawan Stigma dan Belenggu Tradisi, Nazilul Umami Kobarkan Semangat Perempuan Santri Berdaya

- Wartawan

Sabtu, 10 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ISSUE, Situbondo – Perempuan santri harus memiliki keberanian untuk berkembang dan mengambil peran strategis dalam organisasi maupun kehidupan sosial. Pesan tersebut mengemuka dalam kegiatan Madrasah Kiai Fawaid dan Tarbiyah Camp yang digelar Rayon Istimewa IKMASS Situbondo di Pantai Berigheen, Kamis (8/10/2026).

Dalam kegiatan kaderisasi yang diikuti anggota baru IKMASS Situbondo tersebut, Nazilul Umami, Sekretaris Lembaga Pengembangan Organisasi dan SDM, hadir sebagai narasumber dengan membawakan materi bertajuk “Perempuan Berdaya: Kader Santri Tidak Terbelenggu Tradisi dan Stigmatisasi.”

Materi ini menyoroti pentingnya membangun kesadaran kritis perempuan santri agar tidak kehilangan kesempatan untuk berkembang akibat stigma sosial maupun tradisi yang membatasi ruang gerak mereka.

“Perempuan santri harus memiliki keberanian untuk mengembangkan potensi diri, berpikir kritis, dan mengambil peran dalam organisasi maupun masyarakat. Menjadi santri bukan alasan untuk membatasi ruang gerak perempuan, melainkan menjadi landasan untuk tumbuh dan memberikan manfaat yang lebih luas,” demikian pernyataan yang dapat digunakan sebagai draf kutipan narasumber.

Nazilul menekankan tema tersebut sebagai bagian dari upaya mendorong kader perempuan agar memiliki kepercayaan diri, kapasitas kepemimpinan, serta keberanian menyuarakan gagasan. Tradisi, menurut arah materi yang dibahas, perlu disikapi secara kritis tanpa meninggalkan nilai-nilai baik yang menjadi identitas pesantren.

Kegiatan ini menjadi bagian dari proses kaderisasi anggota baru IKMASS Situbondo. Selain memperkuat pemahaman ideologi dan identitas kesantrian, forum tersebut juga menjadi ruang pembelajaran untuk membangun kesadaran gender serta memperkuat posisi perempuan dalam gerakan organisasi.

Melalui kegiatan ini, IKMASS Situbondo diharapkan mampu melahirkan kader santri yang berdaya, kritis, dan berani melawan stigma yang menghambat kemajuan perempuan, sekaligus tetap berpegang pada nilai-nilai perjuangan dan pengabdian.

Berita Terkait

Bazar Teknologi Dies Natalis ke-23 SMKN 3 Bondowoso Soroti Kreativitas dan Jiwa Wirausaha Siswa
Muskercab I PCNU Bondowoso: Dari Lima Pilar hingga Tantangan Membuktikan Manfaat untuk Umat
Satu Majelis, 21 Muqaddam: Hailalah Thoriqoh Attijaniyah Pererat Silaturahmi Tiga Kabupaten
Pawai Budaya TK Alifya Bondowoso, Anak-anak Kenalkan Wajah Nusantara dalam Semangat Bhinneka Tunggal Ika
Rayakan Milad ke-112, Al Irsyad Bondowoso Buka Kesempatan Pendidikan dengan Bebas Biaya Pendaftaran
Prof. Halim Soebahar Raih Religious Leadership Award, Jejak Pengabdian di Tengah Umat Kembali Disorot
SMPN 1 dan SMKN 1 Tamanan Kolaborasi Meriahkan HUT ke-81 RI Lewat Panggung Seni
Prof. Hamdanah Utsman: Pesantren Perlu Beradaptasi dengan AI, Tapi Jangan Kehilangan Jati Diri

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 23:44 WIB

Lawan Stigma dan Belenggu Tradisi, Nazilul Umami Kobarkan Semangat Perempuan Santri Berdaya

Selasa, 6 Oktober 2026 - 07:41 WIB

Bazar Teknologi Dies Natalis ke-23 SMKN 3 Bondowoso Soroti Kreativitas dan Jiwa Wirausaha Siswa

Minggu, 4 Oktober 2026 - 12:24 WIB

Muskercab I PCNU Bondowoso: Dari Lima Pilar hingga Tantangan Membuktikan Manfaat untuk Umat

Jumat, 2 Oktober 2026 - 09:38 WIB

Satu Majelis, 21 Muqaddam: Hailalah Thoriqoh Attijaniyah Pererat Silaturahmi Tiga Kabupaten

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 12:27 WIB

Pawai Budaya TK Alifya Bondowoso, Anak-anak Kenalkan Wajah Nusantara dalam Semangat Bhinneka Tunggal Ika

Berita Terbaru