Issue, Bondowoso — Semangat kebersamaan masyarakat Desa Cindogo, Kecamatan Tapen, Kabupaten Bondowoso, kembali membuahkan hasil. Dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Cindogo berhasil membawa pulang dua penghargaan sekaligus.
Dari sembilan desa di Kecamatan Tapen, Cindogo sukses meraih Juara I Lomba Kebersihan Balai Desa se-Kecamatan Tapen Tahun 2026 serta Juara II Lomba Tumpeng PKK se-Kecamatan Tapen Tahun 2026.
Dua penghargaan tersebut menjadi kado spesial bagi warga Cindogo di bulan kemerdekaan. Lebih dari sekadar capaian dalam perlombaan, prestasi itu menjadi gambaran kuatnya kolaborasi antara pemerintah desa, perangkat desa, TP PKK, dan masyarakat.
Kepala Desa Cindogo, Faruk Amrullah, mengungkapkan rasa syukur atas pencapaian tersebut. Ia juga memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah bekerja bersama menyukseskan rangkaian kegiatan.
“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur. Terima kasih kepada seluruh elemen, mulai dari perangkat desa, tim PKK, hingga seluruh masyarakat, khususnya masyarakat Desa Cindogo yang sudah memberikan dukungan dan ikut bekerja bersama-sama,” ujar Faruk.
Menurutnya, dua penghargaan tersebut tidak bisa dilepaskan dari semangat gotong royong masyarakat. Setiap unsur memiliki peran dalam menciptakan hasil terbaik bagi desa.
“Ini bukan hasil kerja satu pihak, tetapi hasil kerja bersama. Saya sangat mengapresiasi kekompakan seluruh masyarakat Cindogo. Semoga kebersamaan seperti ini terus terjaga dan menjadi kekuatan dalam membangun desa,” katanya.
Faruk berharap semangat yang tumbuh dalam peringatan HUT ke-81 RI dapat terus dipertahankan, tidak hanya saat mengikuti perlombaan, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari dan pelaksanaan pembangunan desa.
“Semoga prestasi ini menjadi motivasi bagi kita semua untuk terus berbuat yang terbaik. Semangat kemerdekaan mari kita isi dengan kegiatan positif, menjaga kebersihan, meningkatkan kreativitas, memperkuat gotong royong, dan bersama-sama membangun Desa Cindogo,” pungkasnya.
Dua piala yang berhasil diraih Cindogo pun menjadi simbol kebersamaan warga dalam memaknai kemerdekaan. Prestasi tersebut sekaligus menunjukkan bahwa ketika pemerintah desa, PKK, dan masyarakat bergerak dalam satu semangat, kerja bersama dapat menghasilkan capaian yang membanggakan.













