Cek Kesehatan Jangan Menunggu Sakit, Nihayatul Wafiroh Soroti Tantangan Preventif di Bondowoso

- Wartawan

Rabu, 12 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Issue, Bondowoso – Ada persoalan yang kerap luput dalam pembangunan kesehatan: masyarakat baru berhadapan dengan fasilitas kesehatan ketika tubuh mulai bermasalah. Padahal, pemeriksaan sebelum munculnya penyakit menjadi salah satu cara penting untuk mengenali risiko kesehatan lebih awal.

Persoalan tersebut disoroti Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Fraksi PKB, Dr. Hj. Nihayatul Wafiroh, M.A., dalam kegiatan Sosialisasi Budaya Mutu dan Keselamatan Pasien di Fasilitas Pelayanan Kesehatan yang berlangsung di Graha NU Bondowoso, Rabu (12/8/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri ratusan Muslimat Bondowoso. Sosialisasi tidak hanya membahas fasilitas pelayanan kesehatan, tetapi juga memberikan pemahaman mengenai penyakit menular, penyakit tidak menular, serta pentingnya melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.

Nihayatul merupakan perempuan kelahiran Banyuwangi, 15 Desember 1979 yang tumbuh besar di lingkungan Pondok Pesantren Darussalam Blokagung, Kecamatan Tegalsari, Banyuwangi. Ia saat ini menjalankan tugas sebagai Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Fraksi PKB sekaligus dipercaya sebagai Ketua Umum DPP Perempuan Bangsa periode 2024–2029.

Dalam kesempatan tersebut, Nihayatul mendorong masyarakat Bondowoso memanfaatkan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang menjadi salah satu program unggulan pemerintah.

Menurutnya, program tersebut tidak semestinya hanya dipandang sebagai fasilitas pemeriksaan tanpa biaya. Lebih jauh, CKG dapat menjadi instrumen untuk mendorong masyarakat mengenali kondisi kesehatan sebelum muncul persoalan yang lebih serius.

“Kita mendorong agar masyarakat ini bisa segera untuk cek kesehatan gratis. Apalagi di sini sudah UHC, Universal Health Coverage. Masyarakat bisa menggunakan KTP, kartu BPJS untuk cek kesehatan,” ujarnya.

Namun, ia mengakui masih terdapat tantangan dalam meningkatkan partisipasi masyarakat. Salah satunya adalah kebiasaan datang ke fasilitas kesehatan hanya ketika telah merasakan sakit.

“Masyarakat masih berpikir males datang ke puskesmas karena sehat kok. Kalau belum sakit mereka belum datang. Lebih pada sosialisasi, bagaimana kita meyakinkan bahwa ini kaitannya bukan soal sakit, ini kaitannya sebelum sakit harus datang,” tegasnya.

Menurut Nihayatul, pola pikir tersebut perlu diubah. Kondisi tubuh yang belum menunjukkan keluhan bukan selalu berarti seseorang terbebas dari risiko penyakit.

Karena itu, pemeriksaan dini dinilai penting untuk membuka peluang pencegahan. Masyarakat dapat mengetahui kondisi kesehatan, mengenali faktor risiko, sekaligus mengambil langkah sebelum penyakit berkembang lebih jauh.

Nihayatul juga menyoroti persoalan penyakit tidak menular yang menjadi salah satu ancaman serius kesehatan masyarakat di Indonesia.

“Penyakit yang paling banyak membunuh di Indonesia ini adalah penyakit yang tidak menular. Dan yang paling banyak menghabiskan dana BPJS itu adalah penyakit yang tidak menular. Dan itu sebenarnya penyakit yang bisa diantisipasi,” jelasnya.

Ia menilai langkah preventif juga memiliki kaitan dengan keberlanjutan pembiayaan kesehatan. Penyakit yang diketahui dan diantisipasi lebih awal berpotensi mencegah kondisi menjadi lebih berat yang pada akhirnya membutuhkan penanganan dan pembiayaan lebih besar.

“Dengan cek kesehatan gratis ini kita berharap masyarakat bisa mengantisipasi penyakit itu jauh-jauh hari sebelumnya, sehingga juga masyarakat bisa lebih hidup sehat dan tentu pengeluaran BPJS bisa lebih ditekan,” katanya.

Dalam sosialisasi tersebut, Nihayatul juga mengajak masyarakat, khususnya Muslimat, menjadi bagian dari penyebaran informasi kesehatan. Edukasi mengenai pemeriksaan dini diharapkan tidak berhenti di forum kegiatan, tetapi dibawa ke keluarga dan lingkungan masing-masing.

Menurutnya, perempuan memiliki posisi penting dalam membentuk kebiasaan kesehatan keluarga. Ketika informasi mengenai pemeriksaan dini dan pola hidup sehat dipahami dengan baik, pesan tersebut dapat lebih mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Di sisi lain, keberadaan UHC di Bondowoso dinilai menjadi modal penting dalam memperluas akses masyarakat terhadap layanan kesehatan. Namun, akses yang tersedia tetap membutuhkan kesadaran masyarakat agar benar-benar digunakan.

“Kita harus meyakinkan kepada masyarakat agar tidak ragu. Jadi kita harus meyakinkan bahwa yang namanya kesehatan itu adalah tanggung jawab kita masing-masing,” ujarnya.

Ia menegaskan, masyarakat tidak perlu menunggu tubuh memberikan tanda bahaya untuk mulai peduli terhadap kesehatan.

“Oleh sebab itu sebelum sakit harus datang untuk memeriksakan diri, memastikan diri kita sehat,” sambungnya.

Pesan tersebut menjadi titik penting dalam kegiatan sosialisasi. Sebab, membangun sistem kesehatan tidak hanya membutuhkan fasilitas, tenaga medis, dan pembiayaan, tetapi juga membutuhkan masyarakat yang memiliki kesadaran untuk mencegah.

Bagi Nihayatul, CKG dapat menjadi momentum untuk mengubah kebiasaan tersebut. Dari menunggu sakit kemudian berobat, menjadi memeriksa kondisi kesehatan sebelum penyakit datang.

Dengan perubahan paradigma itu, program kesehatan pemerintah diharapkan tidak sekadar menghasilkan angka kunjungan, tetapi benar-benar membangun masyarakat Bondowoso yang lebih sadar, mandiri, dan bertanggung jawab terhadap kesehatannya.

Berita Terkait

Dandim Pamekasan Dukung Penuh Semarak Gerak Jalan SD/MI Di HUT RI KE-81
Bakti TNI AD, Babinsa Palengaan Dampingi Pengeboran Air di PP Miftahul Ulum
Bukan Sekadar Kenyang, MBG SPPG Sukowono Perhatikan Gizi Ibu dan Balita
Satreskrim Unit Pidum Polres Pamekasan Jemput Paksa Direktur Perusahaan Proyek CV Dzarrin Putra Mangkir Dua Kali Pemanggilan Di Gresik
Bakti TNI AD di Palengaan, Babinsa Kawal Perburuan Air Bersih
PKDI Sampang Bungkam PKDI Pamekasan 3-1, Gol Sundulan Kapten di Menit Krusial Kunci Kemenangan
Kapolres Pamekasan Pererat Silaturahmi Dengan Bupati Pamekasan
Wujudkan Generasi Sehat, MBG SPPG Sukowono Menyapa Siswa MTs Subulussalam

Berita Terkait

Rabu, 12 Agustus 2026 - 15:06 WIB

Cek Kesehatan Jangan Menunggu Sakit, Nihayatul Wafiroh Soroti Tantangan Preventif di Bondowoso

Rabu, 12 Agustus 2026 - 08:23 WIB

Dandim Pamekasan Dukung Penuh Semarak Gerak Jalan SD/MI Di HUT RI KE-81

Rabu, 12 Agustus 2026 - 05:17 WIB

Bakti TNI AD, Babinsa Palengaan Dampingi Pengeboran Air di PP Miftahul Ulum

Rabu, 12 Agustus 2026 - 02:59 WIB

Bukan Sekadar Kenyang, MBG SPPG Sukowono Perhatikan Gizi Ibu dan Balita

Selasa, 11 Agustus 2026 - 05:40 WIB

Satreskrim Unit Pidum Polres Pamekasan Jemput Paksa Direktur Perusahaan Proyek CV Dzarrin Putra Mangkir Dua Kali Pemanggilan Di Gresik

Berita Terbaru