Issue, Bondowoso — Mahasiswa Kelompok 4 Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Bondowoso melaksanakan kegiatan sosialisasi bertema “Stop Perundungan” di SDN 05 Pakisan, Kecamatan Tlogosari, Kabupaten Bondowoso, pada hari Jum’at, 7 Agustus 2026. Kegiatan ini digelar sebagai upaya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari segala bentuk kekerasan di lingkungan pendidikan.
Kegiatan berlangsung di ruang aula sekolah yang dipenuhi semangat kebersamaan. Tampak di latar belakang tertulis kalimat penuh makna: “Pendidikan Mengubah Kehidupan dan Peradaban”, yang menjadi landasan semangat seluruh rangkaian acara. Hadir dalam kegiatan ini Kepala Sekolah SDN 05 Pakisan (Bapak Suhartono) , Bapak Kaur Kesiswaan, para guru, seluruh siswa, serta segenap tim mahasiswa KKN Kelompok 4 Universitas Bondowoso.
Dalam sambutan pembukaan, Kepala Sekolah SDN Pakisan 05 menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas inisiatif yang diambil para mahasiswa KKN. Beliau menegaskan bahwa perundungan adalah musuh bersama yang harus diberantas dari lingkungan sekolah. “Sekolah adalah rumah kedua bagi anak-anak. Di sini mereka harus merasa aman, dicintai, dan dihargai. Setiap bentuk perundungan, sekecil apa pun, tidak boleh kita biarkan,” ujarnya.
Selanjutnya, Bapak Kaur Kesiswaan menyampaikan pentingnya peran seluruh elemen sekolah — guru, siswa, maupun tenaga pendidik — dalam menjaga kedisiplinan dan menciptakan suasana belajar yang harmonis. Beliau juga mengingatkan siswa untuk saling menjaga, bukan saling menjatuhkan, serta berani melapor kepada guru jika melihat atau mengalami hal-hal yang tidak wajar di lingkungan sekolah.
Sementara itu, Koordinator Desa (Kordes) kelompok 4 KKN Universitas Bondowoso Muhammad Lukman Habibi dalam sambutannya sekaligus pengantar materi menekankan bahwa perundungan bukan sekadar candaan atau perkelahian biasa. Perundungan meliputi tindakan fisik, ucapan, hingga pengucilan yang dilakukan berulang-ulang dan menimbulkan rasa takut serta sakit hati pada pihak lain. “Satu kata yang menyakiti bisa membekas seumur hidup. Sekolah seharusnya menjadi tempat yang paling aman, bukan tempat yang paling ditakuti,” tegasnya.
Materi yang disampaikan meliputi pengertian perundungan, berbagai bentuk perundungan yang sering terjadi di lingkungan sekolah, dampak buruk yang ditimbulkan bagi korban maupun pelaku, hingga langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah dan menanganinya. Para siswa diajak untuk tidak menjadi pelaku perundungan, tidak menjadi penonton yang diam saja, melainkan berani menjadi pelindung bagi teman yang membutuhkan bantuan.
Suasana kegiatan berjalan sangat hangat dan penuh antusiasme. Para siswa terlihat menyimak dengan saksama, mengangkat tangan saat diajak berinteraksi, hingga berjanji bersama untuk menjadikan SDN Pakisan 05 sebagai sekolah yang ramah anak dan bebas dari perundungan. Kebersamaan tampak terlihat jelas saat sesi foto bersama, di mana barisan depan — para guru dan mahasiswa KKN — berdiri tegak diikuti semangat para siswa yang melambaikan tangan penuh senyum.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama, memohon perlindungan dan keberkahan agar seluruh warga sekolah senantiasa dijauhkan dari segala bentuk kejahatan dan perbuatan yang menyakiti sesama.
Diharapkan melalui kegiatan ini, kesadaran untuk menolak perundungan semakin tertanam kuat di hati setiap siswa SDN Pakisan 05. Semoga kehadiran mahasiswa KKN Universitas Bondowoso tidak hanya membawa manfaat selama kegiatan berlangsung, tetapi juga meninggalkan jejak kebaikan yang abadi — menciptakan generasi yang cerdas, berprestasi, sekaligus penuh kasih sayang terhadap sesama.


















